
Wonogiri, CyberNews. Setidak-tidaknya lima buah rumah warga rusak, karena kelongsoran tanah tebing. Bencana tanah longsor ini, terjadi di dua dusun di Desa Sempukerep Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri. Yakni di Dusun Salam sebanyak tiga rumah, dan di Dusun Ketanggi sejumlah dua rumah.
Tiga rumah warga Dusun Salam yang rusak karena kelongsoran, terdiri atas rumah milik Pardi, Suparman, dan Sarjo. Ditaksir kerugian materi masing-masing sebanyak Rp Rp 35 juta, Rp 25 juta dan Rp 20 juta. Berikut dua rumah lagi di Dusun Ketanggi, yaitu milik Darsono Saman dan Sareh, juga mengalami rusak karena bencana tanah longsor. Ditaksir kerugian materinya masing-masing mencapai Rp 15 juta. Sehingga total kerugiannya diprediksikan mencapai sekitar Rp 110 juta.
Kepala Desa (Kades) Sempukerep, Parjo, Kamis (11/3), menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam musibah bencana tanah longsor ini. "Karena semua penghuninya berhasil menyelematkan diri," tandas Kades Parjo. Kecuali merusak lima rumah warga, bencana tanah longsor ini juga merusak bangunan talud penguat tebing jalan di Dusun Bulakrejo Desa Sempukerep Kecamatan Sidoharjo. Talud sepanjang 15 meter dan tinggi tiga meter, mengalami ambrol.
Pemicu terjadi bencana tanah longsor ini, ungkap beberapa warga, adalah hujan deras yang turun secara berkepanjangan pada Rabu malam (10/3). Akibat curah hujan yang tinggi, menyebabkan luapan air tidak menyalur ke selokan, tapi meluap secara tidak terkendali dan menggerus tebing serta menyebabkan bencana longsor.
( Bambang Purnomo / CN14 )