
Pekalongan, Cybernews. Satu lagi calon Wali Kota dari perseorangan mengambil formulir dukungan ke KPU Kota Pekalongan, tadi pagi. Dia adalah Abdul Latif (34), seorang tukang becak yang biasa mangkal di Banjarsari. Kedatangannya ke kantor KPU didampingi Fauzi, rekan kerjanya yang juga tim suksesnya saat Pilkada mendatang.
Latif mengakui nekat mencalonkan diri semata-mata untuk kepentingan masyarakat kecil. Terutama mereka yang bekerja sebagai pedagang kaki lima (PKL) dan tukang becak yang sering dioprak-oprak petugas ketertiban.
"Kalau saya menjadi Wali Kota, kesejahteraan PKL dan tukang becak akan kami utamakan," tegasnya.
Menyinggung tentang pengambilan formulir yang dilakukannya, ayah satu anak itu menegaskan sudah memiliki banyak dukungan. Sebagian besar dukungan berasal dari pedagang kaki lima dan tukang becak. Saat ini, dirinya sedang berusaha mencari dukungan lagi sehingga jumlah dukungan yang dikumpulkan bisa memenuhi syarat sesuatu ketentuan yang berlaku. "Insya Allah sebelum batas akhir pengembalian formulir, saya sudah bisa mengumpulkan foto kopi KTP lebih dari 15.405 lembar," tandasnya.
Ditambahkan, saat ini dirinya juga sudah menyiapkan wakil yang akan mendampinginya dalam Pilkada Kota Batik. Wakilnya tersebut adalah Casmudi, juga anggota paguyuban tukang becak di Pasar Banjarsari. Sementara itu, kehadiran calon perseorangan yang mengambil formulir dukungan kemarin pagi disambut sejumlah anggota KPU, yakni RM Firdaus dan Abdul Basyir. Kemudian, mereka menjelaskan sejumlah persyaratan dan ketentuan yang harus dilengkapi oleh calon independen yan tersebut.
"Saat mengembalikan formulir, anda harus sudah melampirkan tim sukses," tandasnya.
Kemudian, dukungan yang harus dikumpulkan minimal 15.405 lembar foto kopi KTP. Sedangkan dukungan tersebut minimal berada di tiga kecamatan yang ada di Kota Pekalongan. Selanjutnya, ketika mengembalikan formulir, calon tersebut diwajibkan datang bersama wakilnya.
Basyir menjelaskan, dengan kedatangan Abdul Latif ke KPU, berarti sampai sekarang sudah ada enam calon perseorangan yang mengambil formulir dukungan. Sebelumnya, yang sudah mengambil formulir adalah Kholiq, Taufiq Baraja, Zakaria, Basri Budi Utomo, dan Romadlon.
"Siapapun masyarakat yang datang ke sini dan mengambil formulir, kami akan tetap berusaha melayani dengan baik," tegasnya.
( Achid Nugroho / CN12 )