
Karanganyar, CyberNews. Hujan lebat disertai angin kencang sejak Selasa (9/3) hingga Kamis (11/3) menyebabkan sejumlah wilayah di Karanganyar longsor. Kabid Linmas Badan Kesbangpol dan Linmas Karanganyar Aji Pratama Heru Kristanto mengatakan tanah longsor terjadi Kecamatan Jenawi, Karangpandan, Kerjo, Matesih dan Ngargoyo.
Di Kecamatan Jenawi sedikitnya ada 11 titik, berupa rumah, pekarangan, dan dapur. Tak hanya itu, tebing yang longsor juga menutup akses jalan desa yakni di ruas jalan Gerdu (Kecamatan Karangpandan)-Girilayu (Matesih). Sementara di Kerjo, pagar kantor kecamatan, jalan jembatan dan juga kandang ternak juga terkena longsor.
"Kejadian serupa juga ada di Matesih dan Ngargoyoso, saat ini masih dalam proses pendataan," kata Heru, di lokasi kejadian.
Sebelumnya, akhir Februari lalu sebanyak 22 bangunan milik warga di 5 kecamatan juga terkena longsor. Lima kecamatan tersebut yakni Ngargoyoso, Jenawi, Karangpandan, Kerjo, dan Tawangmangu. Menurutnya, kelima daerah itu masuk zona merah kawasan longsor.
Selama musim hujan, Heru meminta masyarakat agar terus waspada. Mengingat curah hujan di Karanganyar diprediksi masih tinggi. Dia mengingatkan agar masyarakat juga jeli terhadap gejala alam, terutama tanda-tanda longsor.
"Kalau hujan lebat lebih dari satu jam, kami minta warga segera keluar rumah untuk melihat situasi di sekeliling rumah. Air sungai mulai berwarna coklat keruh, bebatuan meluncur dari bukit, pohon di bukit miring, biasanya menjadi tanda awal akan longsor. Kalau sudah seperti itu kami minta untuk mencari tempat aman," jelasnya.
Data Badan Kesbangpol dan Linmas, kerugian sementara akibat longsor di awal Maret ini mencapai Rp 188,500 Juta.