
Foto: AFP
Athena, CyberNews. Pelayanan publik dan transportasi di Yunani kembali terganggu setelah pemogokan massal yang dilakukan pekerja untuk kedua kalinya kembali terjadi sebagai protes terhadap kebijakan penghematan yang ditetapkan pemerintah setempat.
Perusahaan penerbangan, sekolah-sekolah dan rumah sakit ditutup pada pemogokan besar-besaran serikat pekerja Yunani yang berlangsung sehari penuh untuk kedua kalinya.
Salah satu sumber di pemerintahan mengatakan bahwa aksi pemogokan ini sebagai respon kemarahan publik terhadap kenaikan pajak dan pemotongan upah, dimana pemerintah sendiri tidak akan menarik kembali ketetapan yang telah diambil.
Diberitakan sebelumnya, perekonomian Yunani saat ini mengalami defisit sebesar 12,7%, lebih dari empat kali lebih tinggi dibandingkan batas 3% yang ditetapkan bagi 16 negara Eropa yang menggunakan mata uang euro.
Akibatnya, pemerintah segera menetapkan aturan untuk tindakan penghematan, yang meliputi pemotongan gaji pegawai negeri sipil, membekukan dana pensiun, dan menaikkan pajak penjualan. Sesaat setelah pemerintah mengumumkan kebijakan baru tersebut, pemogokan dan demonstrasi yang diliputi kekerasan meletus.
Kabar terakhir yang dirilis media massa setempat, pihak pengontrol lalu lintas udara di bandara setempat telah menutup wilayah udara negara itu selama 24 jam penuh. Di tempat lainnya, banyak kapal feri yang tidak dapat beroperasi karena pekerja pelabuhan ikut bergabung dalam aksi pemogokan massal ini.
Dari perlemen Yunani dilaporkan bahwa parlemen telah menyetujui paket langkah-langkah penghematan yang diajukan pemerintah untuk menyelamatkan dana sebesar 4.8 miliar euro, sebagai upaya untuk mengurangi defisit dari 12,7% menjadi 8,7% selama tahun 2010.
( Yuska , BBC / CN14 )