panel header
AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dalam rangka HUT Ke-62 Suara Merdeka, Lenssociety akan menggelar SUARA MERDEKA PHOTO RALLY, Minggu (12/2). Disediakan hadiah uang tunai Rp 12 juta, doorprize kamera DSLR Nikon dan Canon, Blackberry, handphone, televisi, voucher hotel, dan lain-lain. Kontribusi Rp 50.000/peserta, mendapatkan kaus dan makan siang. Pendaftaran di kantor SM, Gedung Unaki Jalan Pemuda 95-97 Semarang, Wahyudi (081326700700), Tom (08122575555), dan Star Flash Jalan Thamrin No 65 Semarang telepon 08156561800.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 Maret 2010 | 21:23 wib
Tanpa Didampingi Isteri
Korban Mutilasi Dimakamkan
image

Slawi, CyberNews. Jenasah korban mutilasi, Fahmi Iswandi (38) akhirnya disemayamkan di TPU Sirnaraga, Desa Pagerbarang, Kecamatan Pagerbarang, Rabu (10/3) siang tadi.

Selama proses pemakaman, korban yang tewas dibunuh oleh rekannya, Kaeron alias Harun (27) di Batam, Kepulauan Riau ini tak didampingi isterinya, Rukiah (38). Sebab, isteri tercintanya yang selama ini bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia itu masih berada di Batam saat Fahmi dimakamkan. Rencananya, Rabu (10/3) sore, Rukiyah baru sampai di rumah duka, Desa Pagerbarang RT 01/ RW 03 Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.
 
Sejumlah pejabat Muspika Kecamatan Pagerbarang, kerabat maupun warga desa turut serta mendampingi korban untuk disemayamkan ke tempat peristirahatan terakhir. Usai didoakan di Masjid Jami Baitul Muttaqien Desa Pagerbarang yang berlokasi tepat di depan rumah duka, jenasah korban langsung diberangkatkan menuju pemakaman.
 
Adik korban, Adi Isdiana F (35) berada di barisan terdepan untuk membawa foto kenangan almarhum kakak tercintanya tersebut. Saat diwawancarai wartawan usai prosesi pemakaman, ibu korban, Hj Indrati Juarmi (65) merasa kehilangan anak tercintanya tersebut. Selama ini, Fahmi dikenal sebagai sosok anak yang bertanggung jawab.
 
Ketika diminta membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, ia menjelaskan, korban tak pernah menolaknya. Di lingkungan warga desa setempat, Fahmi juga dikenal supel atau mudah bergaul dengan siapa saja. "Isteri anak saya (Fahmi-red) tak bisa mendampingi dalam proses pemakaman ini karena terkendala masalah visa. Rabu (10/3) sekitar jam 08.30, Rukiyah baru keluar dari Batam menuju Jakarta," tandasnya.
 
Mantan anggota DPRD Kabupaten Tegal Fraksi Partai Golkar yang kini masih aktif menjadi bidan ini berharap, aparat penegak hukum bisa memberikan hukuman kepada pelaku, Harun warga Desa Podosari RT03/ RW I Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal seberat-beratnya. Hal ini supaya pelaku tak kembali melakukan perbuatan sama seperti yang telah dilakukan terhadap anaknya.

( Royce Wijaya / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
08 Februari 2012 | 15:48 wib
Dibaca: 16
image
08 Februari 2012 | 15:38 wib
Dibaca: 44
08 Februari 2012 | 15:28 wib
Dibaca: 16
image
08 Februari 2012 | 15:17 wib
Dibaca: 74
08 Februari 2012 | 15:07 wib
Dibaca: 30
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
01 Februari 2012 | 19:18 wib
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER