
Jakarta, CyberNews. Ada baiknya kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia bisa dimanfaatkan untuk dialog dengan 50-an mufti dari seluruh dunia yang hadir Muktamar NU ke 32 di Makasar, 22 -27 Maret 2010.
"Mufti-mufti itu mewakili berbagai mazhab, faham dan aliran dari berbagai negara di dunia," ujar Ketua PBNU Ahmad Bagdja di kantor PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Rabu 10/3.
Bagdja menyatakan menghargai keberhasilan polisi menangani teror bersenjata. Tapi bangkitnya aliansi teroris membuktikan penanganan teror tidak cukup dengan pendekatan keamanan yang cenderung melahirkan kekerasan dan banyak korban, juga melahirkan trauma dan rasa takut masyarakat.
Dikatakannya perlu terus diupayakan penanganan teror dengan menghilangkan akarnya di tingkat nasional maupun global. "Rasa keadilan, tegaknya hukum, peningkatan kesejahteraan adalah pendekatan yang dalam jangka panjang dapat mengatasi teror di dalam negeri. Dalam kontek global kekerasan senjata, dominasi negara besar seperti AS, politik diskriminatif, ekonomi yang eksploitatif tidak menghargai kemerdekaan dan hak-hak bangsa lain," ungkapnya.
Kasus Timur tengah dan gejolak di Iraq, Afganistan dan lain-lainnya, menurut kandidat ketua umum PBNU itu, adalah bukti kasat mata yang memicu tumbuhnya kekerasan dan teror. "Mungkin ada baiknya kunjungan Obama ke Indonesia bisa dimanfaatkan untuk dialog dengan 50-an mufti dari seluruh dunia yang hadir Muktamar NU di Makasar. Mufti-mufti itu mewakili berbagai mazhab, faham dan aliran dari berbagai negara."
( A Adib / CN13 )