
Jakarta, CyberNews. Kementerian Perdagangan menyatakan kinerja ekspor selama Januari-Februari 2010 memberi sinyal positif bagi perkembangan ekspor. Hal ini ditunjukan dengan surplus neraca perdagangan Indonesia yang meningkat 150%. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menyatakan ekspor non migas selama Januari 2010 mencapai 9,2 miliar dolar AS, meningkat 47,6% dibanding ekspor bulan yang sama tahun lalu.
Angka tersebut merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah untuk kinerja ekspor Januari, kata dia saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (10/3). Padahal, kata dia, pola ekspor bulanan di Januari selama ini cenderung lebih rendah dari bulan sebelumnya. Kecuali, pada 2008 yang disebabkan oleh melonjaknya harga komoditi internasional dan minyak dunia saat itu.
Perdagangan Indonesia selama Januari 2010 mengalami surplus sebesar 2 miliar dolar AS, terdiri dari nonmigas 1,6 miliar dolar AS dan migas 0,4 miliar dolar AS, jelas Mahendra. Menurutnya, surplus neraca perdagangan Januari 2010 meningkat tajam sebesar 1,2 miliar dolar AS atau naik 150,6% dari surplus Januari 2009.
Sementara, nilai total ekspor pada Januari 2010 sebesar 11,6 miliar atau naik 59% dibanding Januari 2009. Sedangkan total impor mencapai 9,5 miliar dolar AS atau naik 44,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan impor ini disebabkan adanya peningkatan permintaan impor bahan baku/penolong dan barang modal yang merupakan cerminan dari kondisi industri nasional yang membaik, papar dia.
Ekspor sektor industri juga memperlihatkan kinerja yang lebih baik daripada tahun lalu. Menguatnya ekspor sektor industri ini pertanda mulai pulihnya perekonomian negara-negara tujuan ekspor seperti AS, Jepang, dan Uni Eropa, jelas Mahendra.
( Kartika Runiasari / CN14 )