
Jakarta, CyberNews. Pemerintah berniat menunda kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dari Januari 2010 ke Juli 2010. Padahal sebelumnya, pemerintah menyatakan tidak akan menaikan TDL pada tahun 2010.
Kenaikan TDL pada semester kedua tahun ini akan dilakukan meskipun anggaran subsidilistrik akan dinaikan sebesar Rp16,7 triliun dalam RAPBNP 2010. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Anggito Abimanyu menyatakan kebijakan subsidi berkaitan dengan 3 faktor. Pertama, jelasnya, perubahan asumsi harga minyak dan kurs Rupiah dalam RAPBN-Perubahan 2010.
Kedua, tambahnya, adanya perubahan parameter terutama untuk listrik dimana margin PT PLN akan naik dari 5% menjadi 8%. "Ketiga, kebijakan harga kita tunda dari Januari ke Juli 2010," katanya dalam konferensi pers tentang RAPBNP 2010 di Jakarta, Senin (8/3).
Namun, Anggito menegaskan, kebijakan harga lainnya tidak berubah. Menurutnya, TDL tidak akan berubah sepanjang semester I 2010. "Nggak ada perubahan (harga) sampai Juli, nanti Juli akan diusulkan satu kenaikan," cetusnya.
Dia menambahkan, kenaikan TDL akan merata bagi semua golongan pengguna listrik. Namun, proporsi kenaikannya tergantung pada kemampuan daya beli masyarakat.
Anggito enggan menjelaskan lebih lanjut besaran kenaikan TDL. Termasuk, apakah kenaikan TDL golongan rendah bisa naik hingga 15% sebagaimana tercantum dalam nota keuangan RAPBNP 2010. "Saya nggak mau menyimpulkan itu. Tapi, itu rata-rata saja. Jadi, bisa ada yang naik ada yang tidak," ujar Anggito.
Menurutnya, pemerintah bisa melindungi masyarakat kelompok bawah dengan melakukan proteksi. Caranya, dengan mendekatkan konsumen yang mampu membayar dengan harga keekonomian ke tingkat harga keekonomian.
Menko Hatta Rajasa menyatakan, kenaikan TDL pada semester kedua akan dibahas dengan DPR terlebih dahulu. Dia mengaku sebelumnya pemerintah memang membatalkan kenaikan TDL pada 2010. Namun, dia beralasan, saat itu didasari berbagai pertimbangan terkait penyediaan listrik PLN yang masih byar-pet.
"Tapi anda lihat sekarang listrik kita terus meningkat daya tahan suplainya. Dalam 2010 ini kita targetkan hilang byar petnya. Oktober target kita selesaikan," cetus Hatta.
Dia pun menegaskan, untuk konsumsi listrik golongan 6.600 volt ampere atau listrik bagi kalangan atas tetap tidak disubsidi. "Biarlah mekanisme-mekanisme dalam corporate action berjalan," kata dia.
( Kartika Runiasari / CN13 )