
Yogyakarta, CyberNews. Fakultas Kedokteran (FK) UGM meluncurkan NPC test strip, sebuah metode deteksi cepat untuk membantu diagnosis kanker nasofaring (NPC). Seperti diketahui, kanker nasofaring adalah kanker dengan angka kejadian urutan keempat di Indonesia.
Kanker itu, merupakan salah satu jenis kanker kepala-leher. Pada stadium awal, gejala kanker ditandai dengan pilek yang kronis, sakit kepala secara terus menerus, telinga berdenging, bahkan pada stadium lanjut ditandai dengan adanya juling pada mata dan benjolan di leher.
Salah satu anggota penemu NPC test strip, Prof Dr Sofia Mubarika MMedSc PhD, mengatakan dengan NPC test strip bisa dideteksi dini gejala kanker nasofaring sehingga bisa mencegah pasien mengalami stadium lanjut.
"Deteksi dini sangat mungkin, selama ini penanganan pasien NPC sekitar 80 persen masuk stadium lanjut," katanya dalam 'launching' NPC test strip, di gedung Grha Wiyata FK UGM.
Dalam penelitiannya, setidaknya di RS Sardjito terdapat 269 kasus NPC sejak 2001-2004.
"Kini setiap tahun ada 100 kasus baru. Kecenderungan penderita usia muda," jelasnya.
Dikatakan, NPC sendiri memiliki keterkaitan dengan infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Karenanya, pengembangan diagnosis NPC yang dikembangkan oleh FK UGM ini menggunakan marker untuk mendeteksi EBV. Selain itu, NPC test strip dapat mendeteksi antibodi IgG terhadap protein early antigen (EA).
Sehingga pada orang sehat, test itu akan memberikan hasil yang negatif dengan akurasi 100 persen.
Dekan FK UGM Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD mengatakan, temuan hasil inovasi dari dosen FK UGM itu sangat bermanfaat untuk mendeteksi kanker nasofaring. Menurutnya, harga alat tersebut bisa lebih murah, dengan tingkat sensitifias dan akurasi cukup baik untuk deteksi awal NPC.
( Bambang Unjianto / CN16 )