
Foto: AP/Alaa al-Marjani
Baghdad, CyberNews. Hari Minggu (7/3) ini merupakan kunci ujian bagi Irak yang terlahir baru dalam sistem demokrasi. Hal ini terjadi di tengah-tengah ketakutan warga Irak dalam proses pemilihan umum untuk parlemen yang akan berlangsung hari Minggu ini. Ketakutan tersebut berdasar pada semakin berlarut-larutnya ketidakpastian dimana nantinya pihak pemenang dan yang kalah mencoba untuk duduk bersamadalam pemerintahan baru, di sela-sela isu akan ditariknya pasukan Amerika.
Tak satu pun dari koalisi politik yang diperkirakan akan memenangkan mayoritas suara, hal ini dikhawatirkan sebagai upaya yang semakin berat dalam lobi politik dan diperkirakan akan lebih banyak kekerasan yang terjadi, meskipun semua rakyat Irak berharap pemungutan suara akan meningkatkan upaya-upaya perdamaian di negeri yang terbagi ke dalam kelompok-kelompok etnis dan agama.
Momen ini merupakan pemilu nasional kedua di Irak untuk memilih perwakilan di parlemen yang dianggap sama sekali berbeda dibandingkan pertama kalinya diadakan pemilu di Irak bulan Desember 2005 lalu.
Di sisi lain, AS yang telah kehilangan lebih dari 4.300 pasukan selama hampir tujuh tahun konflik di Irak, memiliki kurang lebih 100.000 pasukan yang ditempatkan di negeri penuh konflik ini, pasca tergulingnya pemerintahan yang dipimpin oleh Saddam Hussein.
Tercatat sampai hari ini, kekerasan secara keseluruhan menurun drastis, meskipun serangan kaum pemberontak terus berlanjut dan mengancam para pemilih.
Sebelumnya diberitakan, sebuah bom mobil yang menjadikan target peziarah dari kaum Syi'ah Irak dan Iran di kota suci Najaf, Sabtu (6/3), telah menewaskan sedikitnya tiga orang, termasuk dua warga Iran, dan melukai lebih dari 50 orang lainnya, kata para pejabat.
Pemungutan suara untuk memilih 325 kursi perwakilan legislatif diharapkan oleh banyak pihak sebagai langkah utama dalam revolusi demokrasi di Irak. Pemilu ini juga diharapkan membantu dalam mencapai rekonsiliasi nasional pada saat Presiden Barack Obama telah menyerukan jadwal penarikan pasukannya mulai akhir musim panas tahun ini sampai akhir tahun depan.
( Yuska , AP / CN14 )