panel header
DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 Maret 2010 | 19:10 wib
Polisi Periksa Satuan Pengamanan Kampus

Semarang, Cybernews. Polisi menyatakan serius mengungkap kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang pencuri ayam di lingkungan Fakultas Peternakan Undip Kecamatan Tembalang tewas Selasa (2/3) malam. Hingga siang tadi, aparat Polsek setempat masih memeriksa beberapa orang yang menyaksikan kejadian itu. Diantarnya adalah satuan pengaman (Satpam) Fakultas Peternakan.

Kapolsek Tembalang AKP Wahyu Widagdo mengakui empat orang saksi telah dipanggil dan diperiksa Polisi sehubungan tewasnya Kusnin alias Siswadi (41) warga Jurang Belimbing (Jalimbing) RT 6/RW 4 Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang.

"Petugas sekaligus memeriksa warga di sekitar lokasi kejadian. Harapannya kasus ini secepatnya terungkap," kata AKP Wahyu saat ditemui wartawan di eks Kantor Mapolresta Semarang Selatan.

Diakui,  petugas mendapati laporan soal tewasnya korban dalam jarak waktu yang agak lama. Sehingga, ketika datang ke TKP, yang ada hanya korban dan petugas keamanan, sedangkan massa sudah bubar. Kendati demikian penyelidikan jalan terus agar pelaku secepatnya tertangkap.

Menurut Polisi, korban tertangkap basah ketika mencuri 50 ekor ayam milik Fakultas. Barang hasil curian itu rencanannya akan dibawa kabur menggunakan kantung ukuran lebar. Sialnya ketika akan diikat untuk dibawa pergi ikatannya lepas, ayamnya lepas beterbangan. Suara gaduh itu menimbulkan kecurigaan sejumlah orang yang langsung mendatangi kompleks kandang ayam. Dia dipukuli sekelompok orang hingga pingsan dan akhirnya meregang nyawa.

Disebutkan, saat polisi datang, korban belum meninggal, barulah ketika dilarikan ke RS Bhayangkara Semarang nyawanya tak tertolong. Korban menderita luka lebam disekujur tubuh. Tangan dan kakinya juga patah. Polisi pun masih menunggu hasil resmi forensik.

Kapolsek juga membantah adanya pemberitaan soal keluarga korban yang tidak diperbolehkan menuntut. Sebab yang sebenarnya surat pernyataan yang disodorkan kepada keluarga korban itu kesedian keluarga untuk pelaksanaan outopsi. Terkait uang Rp 200 ribu yang juga diberikan pada keluarga,itu tak lebih kepedulian Polisi melihat kondisi ayah korban yang sehari hari bekerja sebagai pembersih sampah di Perumahan Graha Estetika Tembalang.

Sementara itu keluarga korban tetap berkeinginan untuk keadilan. Pasalnya hanya lantaran mencuri ayam dengan kerugian tak mencapai jutaan rupiah, nyawa Kusnin dipertaruhkan. "Kami memang orang kecil. Tapi jangan lupa kami terus berdoa agar siapapun pelakunya diberi hukuman setimpal," terang Jumiati (38) adik korban.

( Hari Santoso / CN12 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 223
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 249
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 145
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 244
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 147
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER