
Brebes, CyberNews. Ratusan ton bawang impor membanjiri pasaran di Kabupaten Brebes. Bawang asal Vietnam itu diangkut truk kontainer dan dibongkar di sejumlah gudang bawang di jalur pantura, Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Brebes. Kondisi itu membuat pedagang khawatir mengakibatkan harga bawang lokal anjlok.
Pantauan dilapangan, Kamis (4/3), sedikitnya lima truk kontainer berisi bawang impor melakukan aktivitas bongkat muat di salah satu gundang bawang, di Desa Klampok. Bawang itu diduga didatangkan untuk mencukupi permintaan pasar luar daerah. Hal itu menyusul menipisnya stok bawang di tingkat petani.
"Sudah sejak pertengahan Februari bawang impor masuk Brebes," ujar Kasaman (32), pedagang bawang lokal di Pasar Bawang Klampok, Kecamatan Wanasari, Brebes, Kamis (4/3).
Menurut dia, jumlah bawang impor yang masuk Brebes saat ini rata-rata 5 truk kontainer sekali datang. Satu kontainer isinya bisa mencapai 32 ton. Bawang impor itu selurunya untuk mencukupi kebutuhan sayur mayur, dan bukan bibit.
"Begitu masuk gudang, bawang impor di kemas ulang dan langsung dikirim lagi ke Jakarta sera kota besar lainnya," kata dia.
Dia mengatakan, akibat masuknya bawang luar negeri itu membuat harga jual lokal mulain turun. Sebelum bawang impor datang harga bawang lokal bisa mencapai Rp 8.000/ kg. Kondisi demikian terjadi pada bulan Januari. Namun, di pertengahan Februari harganya mulai turun menjadi Rp 5.000/ kg.
( Bayu Setiawan / CN16 )