
Semarang, CyberNews. Seorang wanita menjadi korban pembacokan dua orang pria tak dikenal saat melintas di Jalan Puspowarno, tepatnya di dekat warung sate Mbah Kromo, Minggu (28/2) sekitar pukul 05:00 WIB.
Korban bernama Mukaromah (28) warga Jalan Puspowarno Selatan XII, Semarang Barat, itu mengalami luka dibagian tangan. Tidak hanya itu, sepeda motor Yamaha Yupiter Z H-5295-MM korban turut pula dirampas oleh dua pelaku tersebut.
Setelah mendapat perawatan, korban pun melaporkan kasus yang menimpanya itu ke Polwiltabes Semarang, Minggu (28/2).
Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), korban mengatakan, pelaku dua orang pria yang mengendarai motor Mio warna biru tua. Namun dia tidak dapat melihat nomor kendaraan karena di lokasi kejadian suasananya gelap. "Saya menduga mereka sudah membuntuti saya sejak dari Pasar Karangayu. Sebelumnya saya memang mampir dulu di Pasar Karangayu untuk berbelanja," kata wanita asal Kendal tersebut.
Ketika itu dia tidak mendapati sesuatu yang mencurigakan, termasuk saat akan perjalanan balik menuju ke rumah kontrakannya. Sesampainya di Jalan Pusponjolo, dia merasa curiga ketika dibuntuti oleh dua orang pria berboncengan motor Mio warna biru. Tepat di depan warung sate Mbah Kromo, korban dipepet oleh pelaku.
Korban yang merasa tidak kenal dengan dua pria itu, berusaha mempercepat laju kendaraan. Korban juga takut dan was-was. Tetapi, pelaku terus memepet korban. Saat motor berdampingan, salah satu pelaku langsung menendang hingga korban terjatuh berikut sepeda motor yang dikendarainya.
Salah satu dari pelaku turun dan mendekati korban. Seorang lagi masih di atas motor. "Pria yang diboncengkan mendatangi saya dan merampas sepeda motor. Tapi saya tidak tinggal diam dan berusha melakukan melawan," ujar Mukaromah.
Melihat korbannya melawan, pelaku naik pitam. Dia mengeluarkan celurit yang diselipkan dari balik baju. Senjata tajam itu dia sabetkan ke arah korban dan mengenai tangan kiri. Korban pun berdarah dan mengerang kesakitan. Karena takut pelaku akan bertambah nekat, korban pun pasrah.
Pelaku langsung membawa kabur motor rampasan ke arah utara dan meninggalkan korban tergeletak di pinggir jalan.
Korban berteriak minta tolong dan tak lama berselang datang warga yang kebetulan melintas di loaksi kejadian. Dia dibawa ke Klinik 24 jam di daerah Pusponjolo.
Tangan kirinya robek dan mendapat 11 jahitan. Korban memberikan kesaksian kalau pelaku pembacokan bertubuh kurus, sementara seorang lahi berperawakan gemuk dan pendek. Saat beraksi keduanya memakai helm hingga tak jelas wajahnya. Hingga kini petugas Satreskrim Polwiltabes Semarang masih melakukan penyelidikan intensif.
( Fahmi Z Mardizansyah / CN13 )