panel header
KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
27 Februari 2010 | 12:57 wib
Barongsai Berbatik Siap Ciptakan Rekor MURI

Solo, CyberNews. Dua perpaduan budaya akan tersaji pada puncak resepsi perayaan Imlek 2561/2010 di Pendhapi Gede, Komplek Balai Kota, malam nanti. Alkulturasi budaya Tionghoa dan Jawa coba ditampilkan secara apik oleh barongsai berbatik dari Panitia Perayaan Imlek Bersama. Tidak tanggung-tanggung, kendaraan tunggangan para dewa ini pun akan menciptakan sebuah rekor baru yang dicatatkan pada Museum Rekor Indonesia (MURI).

Akan ada dua barongsai berbatik dengan ditemani barongsai konvensional lainnya yang akan ditampilkan pada acara itu.
“Semoga berhasil dan mendapatkan pengesahan. Pasalnya, barongsai berbatik ini baru pertama kalinya ada di Indonesia,” kata penasehat Panitia Perayaan Imlek Bersama, Idayanti Santoso pada Suara Merdeka CyberNews, Sabtu (27/2).

Persiapan matang sudah dilakukan pantia sejak sepekan terakhir. Pada barongsai berbatik ini, budaya Jawa akan diwakilkan oleh batik dengan motif lar yang akan ditempatkan pada kepala barongsai yang beratnya sekitar 3 kg itu. Tidak hanya itu saja seluruh badan barongsai akan ditutupi oleh batik tulis. Selain itu budaya Jawa semakin kental dengan dipasangnya kuluk Begawan pada masing-masing kepala. Sedangkan kebudayaan Tionghoa direpresentasikan oleh barongsai itu sendiri.

“Yang cukup lama pembuatannya adalah batik pada bagian badan. Untuk motif batiknya kami menggandeng pihak Danar Hadi,” imbuhnya.

Pengerjaan kepala barongsai diserahkan kepada seorang pelukis, Warno Saleh (62). Dibantu oleh Indarto (54), keduanya membuat kepala barongsai dari kerangka bambu yang ditutup kain payet.

“Butuh ketelitian melukis batik di kepala ini. Karena memang medianya tidak terlalu besar,” kata Warno yang mengawali pekerjaan melukis motif-motif Tionghoa di kelenteng sejak tahun 1970 ini.

Setelah disahkan MURI, tambah Idayanti, barongsai batik itu rencananya akan diikutsertakan pada event yang  diselanggarakan komuintas Tionghoa di Karasidenan Surakarta.

Gus Dur

Di sisi lain pada perayaan tersebut rencananya dua barongsai batik akan melakukan penghormatan terhadap (alm) Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pihak panitia telah menyiapkan sebuah foto dengan ukuran 1 x 0,5 meter bergambar
mantan presiden RI itu.

“Barongsainya nanti akan bersujud di depan foto Gus Dur. Ini hanya sebagai simbol penghormatan saja karena munculnya kembali barongsai tidak terlepas dari jasa Beliau,” tandas Humas PMS, Sumartono Hadinoto.

( Gading Persada / CN12 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 229
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 262
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 152
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 247
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 149
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER