
Yogyakarta, Cybernews. Mapolda DIY hingga hari ini, Sabtu (27/2) masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Meixiu Zhou asal Guangzhou, Guangdong, China, karena tertangkap Bea Cukai Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, dalam upaya menyelundupkan 9.976 butir pil ekstasi dari Kuala Lumpur.
"Masih kita mintai keterangan dan kita periksa," kata petugas di Mapolda DIY, Sabtu (27/2). Pembawa pil jahat dari negeri Jiran itu adalah Meixiu Zhou, perempuan kelahiran 1 Agustus 1986 di Guangzhou, Guangdong, China. Dia tertangkap oleh petugas Bea Cukai Bandara Adisutjipto, Jumat (26/2) malam sekitar pukul 20.30 WIB.
Sementara dalam keterangannya kepada wartawan, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC) Yogyakarta, Sucipto mengatakan, pil ekstasi dimasukkan dalam amplop, yang diselipkan di dalam tas koper.
"Koper itu disobek bagian dalamnya, dan kemudian benda itu ditempatkan di antara kain pelapis dalam dengan kulit luar koper. Baru kemudian ditutup rapat dan koper diisi dengan pakaian," katanya.
Dalam pemeriksaan awal, petugas curiga karena dari hasil pindai Sinar X menunjukkan adanya butiran-butiran. Setelah pakaian dikeluarkan dari koper, pemeriksaan Sinar X kembali dilakukan, ternyata bulatan-bulatan itu masih terlihat. Sehingga petugas memutuskan untuk membongkar koper tersebut. Ternyata benar, petugas berhasil menemukan ribuan butir pil ekstasi. Petugas bea cukai langsung melakukan koordinasi dengan petugas kepolisian.
Sucipto mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara, dikenali sebagai 3-Triflouromethylphenylpiperazine (TFMPP) yang mempunyai fungsi MDMA atau ekstasi. "Keseluruhannya di pasaran internasional bernilai sekitar Rp 1 miliar," katanya.
Meixiu Zhou, pemegang paspor Republik Rakyat China nomor G38561117 ini tiba di Yogyakarta dari Kuala Lumpur dengan menggunakan pesawat Air Asia nomor penerbangan AK 594.
Kepada petugas perempuan muda itu mengaku baru pertama kali datang ke Indonesia. Ia masuk dengan menggunakan visa kerja sebagai pedagang buah-buahan.
Ia juga mengaku, barang itu bukan miliknya, sebab hanya titipan seseorang yang harus diserahkan kepada seseorang di Jakarta. Namun, hingga saat ini Meixiu masih belum mau mengungkap siapa yang menitipkan tas koper tersebut dan siapa yang akan menerimanya.
Kepada petugas, Mexiu mengaku, dari Yogyakarta memang akan melanjutkan perjalanannya ke Jakarta. Namun saat digeledah ternyata tidak memiliki tiket tujuan Jakarta.
Sementara Manajer Operasional PT Angkasa Pura I Cabang Adisucipto, Halendra YW mengemukakan, ini merupakan yang pertama adanya upaya penyelundupan besar-besaran.
( Sugiarto / CN12 )