panel header
RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 Februari 2010 | 16:05 wib
ACFTA Kurangi Penerimaan Bea Masuk


Jakarta, CyberNews. Kesepakatan perdagangan bebas dengan Asean dan China atau Asean China Free Trade Agreement (ACFTA) memengaruhi postur penerimaan negara. Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementrian Keuangan melansir telah terjadi penurunan penerimaan bea masuk sebesar 1,4% hingga pekan kedua Februari 2010 jika dibandingkan dengan 2009 pada jangka waktu yang sama.

"Berbagai perjanjian Free Trade secara bertahap mengurangi bea masuk. Bahkan tidak menuntut kemungkinan akan menuju ke angka 0," ujar  Direktur Teknis Kepabeanan Bea dan Cukai Agung Kuswandono, usai Diskusi Membedah APBN 2010, Senin (22/1).   Sampai dengan pekan kedua Februari total bea masuk yang telah diperoleh di 2010 mencapai Rp 2.005 triliun, turun 1,4% dibandingkan dengan jangka waktu yang sama pada 2009 sebesar Rp 2,033 triliun.

Di sisi lain, Agung menambahkan, penurunan Bea Masuk diharapkan dapat diimbangi dengan peningkatan pada PPN Impor. Pasalnya, dengan tarif yang turun impor akan jauh lebih banyak sehingga dapat mengkompensasi turunnya penerimaan.    Ditjen Bea Cukai mencatat, sampai pekan kedua Februari, penerimaan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) meningkat. Terjadi kenaikan importansi yang membuat PPN Impor meningkat hingga 37,3% dari sebelumnya Rp 6 triliun menjadi Rp 8,2 triliun.

Sehingga secara netto terjadi kenaikan pajak perdagangan internasioanal sebesar Rp 29,9 triliun. "Semua perjanjian berdampak besar, yang penting adalah mempelajari masing-masing FTA itu dan mengantisipasi kedepan," kata Agung. Selain itu, penurunan bea masuk sebesar Rp 28,8 miliar (-1,4%) terjadi karena adanya FTA dan pengaruh penguatan rupiah. Kendati demikian, dutiable import justru meningkat 27% dibandingkan tahun lalu.

( Kartika Runiasari / CN14 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
12 Februari 2012 | 09:10 wib
Dibaca: 35
12 Februari 2012 | 08:57 wib
Dibaca: 71
12 Februari 2012 | 08:44 wib
Dibaca: 105
12 Februari 2012 | 08:30 wib
Dibaca: 116
12 Februari 2012 | 08:14 wib
Dibaca: 104
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER