
Slawi, CyberNews. Tak hanya Kabupaten Brebes dan Kota Tegal saja, namun serangan Afian Influenza (AI) atau flu burung juga menerjang Desa Sangkanaya RT 05/RW I Kecamatan Bojong. Sebanyak 105 ekor ayam kampung di wilayah atas Kabupaten Tegal ini mati mendadak dan positif terserang flu burung.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan, Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan (PKP) Kabupaten Tegal, drh Abdi Manaf mengatakan, temuan tersebut terjadi mulai awal hingga minggu kedua bulan Januari 2010. Di mana, ayam kampung milik warga Desa Sangkanaya, Tiol dan tetangganya mati secara bertahap.
Mendengar kabar tersebut, menurut dia, pegawai Dinas PKP langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan. Tepat tanggal 10 Januari 2010, ayam kampung ini diambil darahnya untuk dites.
"Dari hasil pemeriksaan laboratorium, ternyata ayam kampung yang mati mendadak ini positif AI. Tidak semua unggas di Desa Sangkanaya ini mati, karenanya kami langsung berupaya mengendalikannya," kata Abdi Manaf di kantornya, Jumat (19/2).
Menurut dia, upaya yang diambil yaitu dengan cara melakukan pembatasan keluar masuk unggas, mengandangkan ternak dan melakukan penyemprotan disinfektan. Supaya kasus itu tidak tertular manusia, ia mengimbau kepada pemilik ternak unggas untuk selalu menjaga kebersihan.
Meskipun hingga kini belum ada virus AI yang menyerang manusia di Kabupaten Tegal, ia menjelaskan, semua warga harus tetap mewaspadainya. Terkait dengan daerah rawan terserang virus AI, dia menyebutkan tidak ada. Sebab, virus AI itu bisa menyerang unggas di mana saja.
Sesuai dengan data Dinas PKP Kabupaten Tegal, ia menuturkan, populasi ayam yang tergolong banyak terdapat di dua kecamatan, yakni Dukuhwaru dan Balapulang. Di mana, jumlah ayam potong maupun petelur di kedua wilayah tersebut bisa mencapai ratusan ribu ekor.