
Semarang, CyberNews, Ulah penjahat di Kota Semarang semakin meresahkan. Setelah rentetan peristiwa perampokan di sejumlah tempat dan terakhir kasus perampokan uang Rp 115 juta milik perusahaan pengolahan kayu Globar Timber, kejahatan serupa terjadi di depan Pasar Sampangan, Jum'at (19/2) sekitar pukul 04.00 WIB.
Korban perampokan kali ini bernama Ngatini (37), petani asal Dusun Babadan RT 01/RW 02 Desa Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, yang dirampok oleh dua pria tak dikenal menggunakan senjata tajam sejenis gobang.
Akibat peristiwa itu selain kehilangan uang Rp 2 juta, dan perhiasan emas, korban menderita luka bacok di kepala dan bagian tangan. Ngatini sempat dirawat di RSUP Kariadi Semarang, dan akhirnya diperbolehkan untuk rawat jalan.
Kepada Suara Merdeka Cybernews korban menceritakan saat itu dirinya usai menengok cucu di daerah Karangsari Kecamatan Gunungpati. "Saya berangkat dari Gunungpati pukul 03.00 dini hari kemudian naik angkutan umum dan turun di dekat Pasar Sampangan. Dari tempat itu bermaksud ganti angkutan kota," katanya.
Nahas, ketika Ngatini menunggu angkutan kota di depan Pasar Sampangan mendadak muncul dua pria menghampirinya. Mereka mengendarai motor yang belum diketahui jenisnya itu memaksa korban menyerahkan barang berharga yang dibawa. "Kepada mereka saya sebenarnya sudah meminta agar tidak dianiaya. Kalau sekadar ingin mengambil uang dan perhiasan silahkan, tapi tolonng jangan lukai saya," tutur korban didampingi suaminya Idris Sunaryo (45) saat hendak melapor ke Mapolwiltabes Semarang siang tadi.
Alih-alih mendengarkan permintaan korban, perampok yang mengenakan helm tertutup itu malah mengayunkan senjata tajam jenis gobang ke arah kepala dan tangan kanan.
Ngatini yang jatuh usai dibacok hanya bisa melihat pelaku mengambil paksa uang tunai, perhiasan emas berupa kalung dan anting, serta telepon seluler merk Nokia Jenis 1208.
Perampok yang memanfaatkan kondisi sepi orang itu kabur menuju Jalan Papa. Korban yang tergolek menderita luka-luka akhirnya dibawa ke rumah sakit. Suaminya, Idris dikabari beberapa jam kemudian setelah korban dirawat di rumah sakit.
Hingga petang ini kasus itu masih dalam penyelidikan Polwiltabes Semarang.
( Hari Santoso / CN13 )