
Jepara, CyberNews. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Jepara memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi pemenuhan kebutuhan energi listrik.
"Setelah empat unit beroperasi semua, PLTU Tanjung Jati B mampu menyumbang 11,5 persen kepada jaringan listrik Jawa- Bali," ujar Direktur Operasi Jawa-Bali PT PLN (Persero) I.G.A Ngurah Adnyana saat menghadiri acara Boiler Steam Drum Lifting PLTU Tanjung Jati Unit 3, Kamis (18/2).
Adnyana yang dilantik bersama Direksi PLN lainnnya --termasuk Dirut Dahlan Iskan-- 23 Desember 2009 lalu menuturkan, saat ini kapasitas terpasang jaringan listrik Jawa-Bali mencapai 22 ribu Mega Watt (MW). Beban puncak berkisar 17 ribu MW, dengan lima ribu sebagai cadangan.
Dua unit PLTU Tanjung Jati B (Unit 1 dan 2) dan berkapasitas dua kali 660 MW (1.320 MW), yang sudah diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 14 Oktober 2006 mampu memasok 9 persen dari total energi yang dibangkitkan dan dialurkan melalui sistem transmisi 500 kilo Volt (kV) Jawa-Bali.
Pembangunan Unit 3 dan 4 dimulai Februari 2009, dijadwalkan rampung Januari dan April 2012. Unit 3 membutuhkan waktu 35 bulan, dan 38 bulan untuk unit. Pembangunan dua unit baru yang kapasitasnya sama dengan dua unit sebelumnya, menelan biaya 200 miliar Yen (berkisar Rp 20 triliun).
PLTU yang didanai empat bank, dibangun oleh Sumitomo Corporation-WME JO sebagai kontraktor utama dibantu sejumlah sub kontraktor. Kerjasamanya dengan sewa-beli (leasing), setelah 20 beroperasi komersial, pembangkit listrik milk PLN.
"Hingga Januari 2010 progres pekerjaan PLTUTanjung Jati B unit 3 dan 4 telah mncapai 45,23 persen," ujar Adnyana.
Pemasangan steam drum (pengumpul uap) boiler Unit 3, merupakan bagian dari pekerjaan sulit boiler (ketel uap) pada tahapan pembangunan PLTU. Proses konstruksi kedua unit, paparnya, melibatkan 2.867 tenaga kerja lokal (Indonesia), dan 54,62 persen diantaranya berasal dari Jepara.
"Dibandingkan PLTGU yang pengoperasiannya menggunakan BBM, jika keempat unit PLTU Tanjung Jati B telah beroperasi, akan memberikan penghematan Rp 10,4 triliun atau setara 1,78 juta kilo liter BBM solar," kata Adnyana.
Ditambahkan, angka itu dengan asumsi harga solar Rp 5.832,2/liter. Adnyana berharap, ada kerjasama yang baik antara PLN dengan semua fihak terkait, yaitu PT Sentral Java Power selaku pemilik proyek (lessor), SCJO kontraktor dan para sub kontraktor, Pemda Jepara, keamanan, serta masyarakat setempat.
Bupati Jepara Drs H Hendro Martojo MM yang hadir bersama Forum Muspida mengharapkan, keja sama saling menguntungkan manajemen PLTU, Pemda dan masyarakat terus dikembangkan. Bupati memberikan apresiasi atas program pengembangan masyarakat dan bina lingkungan yang telah memberikan bantuan kepada warga sekitar.
( Sukardi / CN13 )