
Semarang, CyberNews. Perbaikan ruas Jl Barito tepatnya di sekitar Jl Ciliwung makin tidak jelas. Kondisi jalan tersebut hingga kemarin masih rusak parah. Belum ada tanda-tanda perbaikan seperti yang pernah dijanjikan Dinas Bina Marga Kota Semarang Desember lalu.
Pada waktu itu Bina Marga menyatakan akan melakukan penanganan darurat dengan menguruk lubang jalan. Menurut rencana jalan ditinggikan 45 cm untuk mengatasi genangan banjir yang setiap hari terjadi di Jl Barito. Panjang kerusakan jalan sekitar 170 meter. Anggaran perbaikan berasal dari biaya pemeliharaan nilainya sekitar Rp 125 juta.
Kondisi itu menyulitkan pengguna jalan, terutama sopir angkot rute Barito-Elizabeth-Papandayan. Sugeng, salah satu sopir angkot menyesalkan lambatnya pemerintah menangani Jl Barito. Menurutnya, kondisi jalan tersebut membuat per dan as roda kendaraan mereka kerap patah.
Mereka mengaku biasanya setahun sekali baru memperbaiki kerusakan pada per dan as, tetapi dengan kondisi Jl Barito yang rusak parah, para sopir dua bulan sekali harus membawa kendaraannya ke bengkel. "Dulu janjinya akhir 2009 akan diuruk untuk sementara, tetapi hingga sekarang masih parah seperti ini," kata dia, Rabu (17/2).
( Rosyid Ridho / CN14 )