panel header
MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
16 Februari 2010 | 14:07 wib
Pemerintah Ijinkan PLN Naikkan Tarif


Jakarta, CyberNews. Pemerintah menyatakan akan mengijinkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk pelanggan 6.600 volt ampere ke atas. Pasalnya, kenaikan TDL untuk orang kaya tersebut tidak berhubungan dengan anggaran subsidi energi pemerintah dalam APBN.

Demikian diutarakan Menko Perekonomian Hatta Rajasa ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/2).

"Jadi bukan berarti tidak bisa dijalankan (penyesuaian tarif listrik baru), tapi perlu pembicaraan dengan Dewan (DPR). Mekanismenya seperti itu," jelas dia.

Dengan begitu, lanjutnya, pemerintah akan tetap mengizinkan PT PLN melanjutkan penyesuaian tariff listrik baru setelah melakukan pembahasan terlebih dahulu dengan dewan. Meskipun, rencanan kenaikan TDL pelanggan kaya tersebut sempat dikritik kalangan parlemen.

Hatta menambahkan,  akan ada pembicaraan lanjutan dengan DPR terkait pemberlakuan mekanisme tarif listrik baru yang diterapkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) bagi pelanggan berdaya di atas 6.600 volt ampere (VA).

Menurut Hatta, kebijakan tersebut merupakan domain PLN seperti yang sudah diatur dalam APBN 2010, mengingat pos tarif tersebut tidak terkait langsung dengan anggaran subsidi pemerintah.

Selain itu, menurut Hatta, rapat dengan DPR juga akan membahas mengenai penundaan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang masih mendapat subsidi pemerintah yang mempengaruhi postur APBN.  Hal ini dilakukan terkait dengan adanya kenaikan harga minyak di kisaran 70 dolar AS per barel. Sementara, asumsi harga minyak dalam APBN 2010 masih sebesar 65 dolar AS per barel. Dengan begitu, perlu dilakukan penyesuaian alokasi anggaran melalui mekanisme APBN Perubahan (APBNP) 2010.

Sebelumnya,  Komisi VII DPR RI meminta pemerintah meninjau ulang penetapan tarif listrik baru oleh PLN bagi pelanggan berdaya di atas 6.600 volt ampere. Atas dasar itu, PT PLN harus melakukan uji tuntas sebelum menetapkan tarif listrik baru bagi pelanggan berdaya di atas 6.600 volt ampere.

Seperti diketahui, PT PLN telah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada para pelanggan listrik berdaya di atas 6.600 volt ampere soal perhitungan tarif baru tersebut. Mekanisme pemberlakuan tarif baru ditetapkan sejak Januari 2010 dan ditagihkan ke pelanggan 6.600 volt ampere ke atas mulai Februari.

( Kartika Runiasari / CN16 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
12 Februari 2012 | 09:23 wib
Dibaca: 38
12 Februari 2012 | 09:10 wib
Dibaca: 85
12 Februari 2012 | 08:57 wib
Dibaca: 114
12 Februari 2012 | 08:44 wib
Dibaca: 154
12 Februari 2012 | 08:30 wib
Dibaca: 138
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER