
Tegal, CyberNews. PT PLN (persero) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) akan meningkatkan upaya pencegahan maraknya listrik belakangan ini. Hal itu dipengaruhi oleh faktor lemahnya keamanan sehingga mengakibatkan kerugian materi yang cukup besar.
Maka untuk mengantisipasi kejadian tersebut, akan dilakukan sosialisasi daya listrik dari pembangkit ke konsumen, khususnya kalangan rumah tangga maupun industri, yang dilaksanakan pada Senin (15/2).
Manajer PLN APJ Tegal Nanang Subuh Isnandi mengatakan, selama ini pihaknya telah melakukan operasi Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) dan melakukan peremajaan peralatan pengukuran yang usianya sudah uzur dalam rangka mengurangi terjadinya losses listrik. "Untuk tahun 2010 kami insentifkan lagi, dan semuanya sudah dilakukan, hanya tinggal meningkatkan pengawasan, termasuk kepada pelanggan skala besar,"ujarnya.
Adapun jumlah pelanggaran pencurian listrik yang kerapkali dilakukan. Salah satunya adalah rata-rata masih melibatkan pelanggan rumah tangga. Sedangkan mengenai modus pencurian arus listrik ini juga beragam, yakni ada yang menggunakan meteran (KWH) tempel, mengganti Main Circuit Breaker (MCB) dengan alat pemutus hubungan listrik secara otomatis bertujuan memperbesar daya, merusak meteran listrik untuk memengaruhi energi listrik, hingga penyadapan langsung dari kabel (mencantol).
"Jika pencurian itu masih terjadi, para oknum akan diberikan sanksi tegas berupa perdata maupun pidana yang sesuai dengan ketentuan berlaku. Sebab, pencurian listrik itu merupakan tindakan berat, yang bisa mengancam keselamatan si pelaku maupun lingkungan serta dapat mengakibatkan gangguan ataupun kerusakan jaringan PLN," jelasnya.
( Susanti Retno / CN14 )