
Jakarta, CyberNews. Beberapa waktu yang lalu Duta Besar Amerika Serikat, Demetrios Marantis mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat Indonesia untuk mendiskusikan sejumlah isu terbaru dan menjajaki upaya memperbaiki hubungan bilateral dalam bidang perdagangan dan investasi.
Sektor perfilman adalah salah satu topik yang didiskusikan Duta Besar Marantis dalam pertemuan tersebut. Dia menyampaikan rasa prihatin AS terhadap satu peraturan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia yang dinilai merupakan upaya membatasi impor film AS ke Indonesia
"Jika diimplementasikan, keputusan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata akan mengganggu perdagangan bilateral dalam bidang perfilman pada saat kita tengah bekerja keras untuk meningkatkan hubungan bilateral," katanya.
"Keputusan ini akan sangat membatasi ketersediaan film-film asing di Indonesia, merugikan para pemangku kepentingan termasuk bioskop Indonesia yang ingin menampilkan film-film asing dan pengunjung Indonesia yang ingin menonton film-film tersebut. Satu-satunya pihak yang diuntungkan adalah satu atau dua perusahaan replikasi yang diberikan semacam oligopoli atas replikasi film di Indonesia," lanjutnya.
Daripada memberlakukan pembatasan perdagangan baru, Marantis mendesak kedua pemerintah untuk mencari cara-cara untuk melanjutkan kerjasama bisnis yang positif di bidang perfilman.
Jurubicara USTR Carol Guthrie menambahkan bahwa satu artikel yang terbit di sebuah koran harian ibu kota pada 10 Februari 2010 tidak mencerminkan secara akurat pembahasan mengenai hal tersebut di Jakarta baru-baru ini. "Duta Besar Marantis tidak mendukung surat keputusan dalam pertemuannya dengan para pejabat Indonesia," dia menegaskan.
"Justru sebaliknya, kami meminta Indonesia untuk mencabut surat keputusan tersebut. Tidak adil bagi Pemerintah Indonesia memaksa perusahaan asing mereplikasi film di satu atau dua fasilitas milik pemerintah Indonesia. Jika perusahaan ingin mereplikasi di tempat lain dan kemudian mengekspornya ke Indonesia, mereka harus fleksibel untuk melakukannya."
( Wisanggeni / CN13 )