
Jepara, CyberNews. Perayaan tahun baru China (imlek) tak dirayakan secara khusus oleh etnis China di Kabupaten Jepara. "Imlek itu kan hanya tradisi menyambut tahun baru, jadi tidak kami rayakan secara khusus. Biasa-biasa sajalah," tutur Sugandi, Ketua Yayasan Pusaka Welahan, Kabupaten Jepara, Kamis (11/2) Didampingi Sekretaris Suwoto.
Sugandi mengungkapkan, komunitasnya lebih memilih kegiatan sosial kemasyarakatan dari sekadar keramaian tahun baru. Maka tidak mengherankan, jika penyambutan tahun baru Imlek, masih kalah meriah dibanding perayaan ulang tahun klenteng.
Yayasan Pusaka mengelola dua klenteng di Welahan. Setiap tahun diadakan perayaan yang dihadiri tokoh-tokoh etnis China dari seluruh penjuru Nusantara. Sugandi mengatakan, perayaan tahun ini, akan dilaksanakan April mendatang.
Tiap tahun Yayasan Pusak mengagendakan aksi sosial, misalnya sumbangan sembako bagi warga kurang mampu pada saat terjadi bencana alam, misalnya kemarau panjang, banjir dan lainnya.
Sugandi menuturkan, warga China di Welahan dan sekitarnya mencapai 400 jiwa, jauh lebih besar dibandingkan di desa/kecamatan lain di Kabupaten Jepara. Bahkan di kawasan pecinan /kompleks pertokoan di Jepara kota pun tak sebesar itu. Sebagian besar warganya menekuni usaha dagang dan industri. "Sebagian ada yang mengeluti pertanian," ujar Sugandi.
( Sukardi / CN13 )