
Semarang, CyberNews. Euforia penyelenggaraan Pasar Imlek Semawis 2561 membawa keunikan dari masing-masing stan pameran yang bertempat di halaman Klenteng Tay Kak Sie Gang Lombok. Salah satunya yang banyak didatangi pengunjung yaitu stan milik Suara Merdeka yang menyajikan Kaligrafi China, Menggambar Karikatur Wajah, dan Konsultasi Feng Shui.
"Kaligrafi China atau nama lainnya Shufa terkadang sering terlupakan oleh masyarakat dan generasi muda khususnya saat ini. Sehingga ini momen yang sangat pas untuk memfamiliarkan Shufa dan mempromosikan kebudayaan Tionghoa kepada generasi muda. di kalangan masyarakat," tutur Penulis Shufa yang berada di stan Suara Merdeka, Liem Hiap Sing, Kamis (11/2).
Shufa jika diartikan dalam bahasa Mandarin, Shu yaitu menulis dan Fa adalah aturan/cara. Cara menulis Shufa pun tidak menggunakan pena atau bolpoin, namun menggunakan kuas dan tinta air yang kemudian digoreskan ke atas kertas. Pengunjung yang datang bisa mendapatkan tulisan kaligrafi China dari namanya atau sesuai permintaan secara gratis di stan tersebut.
Sejak dibukannya Pasar Imlek Semawis, Rabu (10/2), stan Suara Merdeka selalu menjadi jujugan pengunjung mulai dari yang ingin dituliskan namanya dengan huruf China atau digambar wajahnya model karikatur, hingga konsultasi Feng Shui untuk tata letak tempat tinggalnya.
Seorang pengunjung, Vicky Hendra (24) mengaku sangat senang namanya yang dalam bahasa Indonesia dapat dituliskan dalam bahasa mandarin. "Di stan ini saya dapat mendapatkan semuanya, mulai dari menulis nama saya dengan huruf China, juga dapat membuat karikatur dari wajah saya," katanya.
Dalam stan yang berada disamping panggung utama itu, untuk yang menuliskan kaligrafi China berasal dari Himpunan Kaligrafi Semarang, dan yang menggambar karikatur adalah Djoko Susilo (Suara Merdeka), Ibnu Tholhah (Cempaka), Hosie (Wawasan), sedangkan konsultasi Feng Shui oleh Tjeng Sindhu Berlian.