
Semarang, CyberNews. Keberadaan Sylvia Russarina (23) mahasiswi semester IX Fakultas Kedokteran Undip yang dikabarkan menghilang oleh keluarga hingga sekarang masih belum diketahui.
Kendati mengaku sudah putus asa, pihak keluarga tetap berupaya dengan bermacam cara untuk mengetahui titik terang kebedaraan Sylvia. Maria Estela Karolina (25), kakak korban, memantau akun facebook adiknya. "Saya hampir beberapa saat memantau facebook adik saya. Kami memonitor dan berusaha melacak adik saya lewat facebooknya dia. Siapa tahu adik saya itu tiba-tiba aktif di facebook," ujar Maria ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Kamis (11/2) siang.
Saat ditelepon, Maria mengaku sedang berada di Bandara Soekarno Hata. Dia dan kerabatnya yang lain akan pulang ke rumahnya di Jalan Kemajuan Blok K No 6, Perum Purimasurti, Mandalo Darat, Jaluko Muara, Jambi.
Dia pulang untuk mengabarkan hasil penelusurannya selama di Semarang kepada orang tuanya. Menurut dia, orang tua di kampung sangat terpukul dan panik dengan hilangnya Sylvia. Apalagi keluarga belum mengetahui motif hilangnya Sylvia. Seluruh jaringan teman dan kerabat sudah dihubungi tapi sampai sekarang hasilnya nihil.
"Selain di Jambi, kami sudah mencari tahu sampai ke Semarang, Cirebon, Bogor, Bandung, dan Jakarta. Sampai detik ini saya tidak tahu dan tidak mengatakan apakah adik saya diculik atau tidak. Yang pasti dia hilang. Harapan kami, Sylvia selamat apa pun keadaan dia," ungkapnya.
Ditambahkannya, tanggal 3 Februari lalu, Sylvia pernah SMS dan telepon ibunya. Isinya; Bu saya baik-baik saja. Saya jangan dicari.
Dia juga mencari bantuan melalui ulama dan orang pintar di Bogor dan Jambi. Dari rentetan tersebut, Maria berkeyakinan adiknya itu pergi dengan seorang pria yang dikenalnya lewat facebook. Pria itu berinisial AR. Pria itu berciri-ciri pendek, berkulit hitam, dan berambut ikal. Maria berharap polisi turut aktif membantu mencari keberadaan adiknya.
Laporan keluarga korban tersebut dianggapi Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang AKBP Drs Asep Jenal Ahmad SIK SH MH dengan menerjunkan dua tim untuk melacak keberadaan Sylvia. Petugas di lapangan masih mencari informasi kebenaran data, apakah ada unsur penculikan atau korban menghilang karena kemauannya sendiri.
"Sejauh ini belum ada indikasi penculikan. Mungkin saja yang bersangkutan meninggalkan kos tanpa kabar. Yang jelas kita mencari keterangan dulu soal hilangnya korban," tandas Asep.
( Fahmi Z Mardizansyah , Hari Santoso / CN13 )