
Magelang, CyberNews. Etnis Tionghoa di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang menggelar tradisi cing dhun yakni membersihkan klenteng dan altar, Senin (8/2). Tradisi ini digelar untuk menyambut datangnya tahun baru Imlek 2561.
Pembersihan altar ini dilakukan ketika Toa Pek Kiong naik ke atas Kayangan (Sang Ang). Peristiwa ini biasanya terjadi sepekan sebelum berlangsungnya Imlek. “Saat para dewa melaporkan amal perbuatan manusia kepada Tuhan Tien Kung, maka patung kosong. Saat inilah kami berani membersihkan patung-patung dewa,” kata Ketua Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Wong Kim Cung kepada Suara Merdeka, Senin (8/2).
Dijelaskan Wong Kim Cung semua patung dewa (kim sin) dibersihkan dari kotoran dan debu. Adapun tujuan dari pembersihan ini adalah untuk berharap 3 K yakni kekayaan, kesehatan, dan kebahagiaan. Ketiga hal inilah yang paling dicari umat manusia, apapun agama dan keyakinannya.
Tradisi ini secara rutin digelar oleh para penganut Tri Dharma di Klenteng “Hok An Kiong”, Kota Muntilan. Mereka percaya hal ini akan memberikan berkah bagi para pelakunya. Karena itu, sebelum membersihkan altar dan kim sin, penganut Tri Dharma berdoa terlebih dulu.
Pasalnya, tidak bisa semua orang ikut membersihkan kim sin. Hanya mereka yang diijinkan Dewa yang boleh ikut membersihkan. “Bagi mereka yang tidak diijinkan tetap boleh membantu namun hanya membersihkan altar saja. Tidak boleh menyentuh kim sin,” jelas pemilik nama Jawa Budi Raharjo ini.
( MH Habib Shaleh / CN14 )