panel header
KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dalam rangka HUT Ke-62 Suara Merdeka, Lenssociety akan menggelar SUARA MERDEKA PHOTO RALLY, Minggu (12/2). Disediakan hadiah uang tunai Rp 12 juta, doorprize kamera DSLR Nikon dan Canon, Blackberry, handphone, televisi, voucher hotel, dan lain-lain. Kontribusi Rp 50.000/peserta, mendapatkan kaus dan makan siang. Pendaftaran di kantor SM, Gedung Unaki Jalan Pemuda 95-97 Semarang, Wahyudi (081326700700), Tom (08122575555), dan Star Flash Jalan Thamrin No 65 Semarang telepon 08156561800.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Februari 2010 | 17:07 wib
Flu Burung Serang 12 Desa di Brebes

Brebes, Cybernews. Virus Avian Influenza (AI) atau Flu Burung dari Januari 2009 hingga Februari 2010 telah menyerang sebanyak 12 desa, di Kabupaten Brebes. Akibat serangan itu, sebanyak 708 ekor unggas ditemukan mati mendadak.

Plh Kepala Dinas Peternakan Pemkab Brebes Ir Nono Setyawan melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Jhoni Murahman mengatakan, desa yang terserang flu burung itu tersebar di delapan kecamatan. Yakni, Kecamatan Brebes, Bumiayu, Bantarkawung, Sirampog, Tonjong, Paguyangan, Losari dan Banjarharjo. Dari jumlah itu, serangan terbanyak terjadi di Kecamatan Sirampok. Yakni, menyerang empat desa. Meliputi, Desa Mlayang, Kaliloka, Kaligiri dan Mendala. "Total ayam yang mati akibat AI ini sebanyak 708 ekor, termasuk di Desa Mendala (Sirampog)
yang terjadi Minggu (7/2)," katanya.

Menurut dia, dari unggas yang terserang itu mayoritas jenis ayam. Namun, khusus di Kecamatan Losari flu burung menyerang ternak puyuh. Sebanyak 20 ekor puyuh milik warga Desa Randusari ditemukan mati mendadak akibat penyakit tersebut. " Di tahun 2009 lalu ada sembilan desa yang terserang. Sedangkan di tahun 2010 ini ada tiga desa," terangnya.

Dia mengungkapkan, wilayah Brebes memang rentan muncul virus tersebut. Selain sudah menjadi daerah endemis, Brebes juga menjadi jalur utama lalu lintas ternak. Virus AI bisa muncul kembali karena banyak faktor. Salah satunya akibat amplitudo cuaca yang tinggi, sehingga tamina ternak menurun.

Dalam kondisi itu, ternak mudah sekali terserang virus. "Dari catatan kami, ada sebanyak 81 desa di Brebes yang endemis flu burung dan menjadi pantauan kami. Di desa itu sudah ditemukan positif flu burung. Namun demikian, belum terjadi penularan kepada manusia," paparnya.

Dia menjelaskan, untuk menanggulangi penyebaran AI, pihaknya telah mengambil beberapa langkah. Bagi daerah yang belum kena dilakukan pencegahan. Namun, bagi daerah yang sudah terkena dilakukan pengendalian. Di antaranya, pengendalian lalu lintas ternak, melakukan bio security dengan penyemportan kandang, mengandangkan ayam dan ayam sakit atau yang bersinggungan dengan ayam terjangkit dimusnahkan. "Selain itu kami juga melaksanakan sanitasi lingkungan ternak," tandasnya.

( Bayu Setiawan / CN12 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
07 Februari 2012 | 15:10 wib
Dibaca: 4
image
07 Februari 2012 | 15:00 wib
Dibaca: 33
07 Februari 2012 | 14:50 wib
Dibaca: 54
07 Februari 2012 | 14:40 wib
Dibaca: 57
07 Februari 2012 | 14:30 wib
Dibaca: 76
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
01 Februari 2012 | 19:18 wib
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER