panel header
MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dalam rangka HUT Ke-62 Suara Merdeka, Lenssociety akan menggelar SUARA MERDEKA PHOTO RALLY, Minggu (12/2). Disediakan hadiah uang tunai Rp 12 juta, doorprize kamera DSLR Nikon dan Canon, Blackberry, handphone, televisi, voucher hotel, dan lain-lain. Kontribusi Rp 50.000/peserta, mendapatkan kaus dan makan siang. Pendaftaran di kantor SM, Gedung Unaki Jalan Pemuda 95-97 Semarang, Wahyudi (081326700700), Tom (08122575555), dan Star Flash Jalan Thamrin No 65 Semarang telepon 08156561800.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Februari 2010 | 00:32 wib
Gus Dur Bunga Putra Bangsa Terbaik
image

Muntilan, CyberNews. Peringatan 40 hari meninggalkan mantan Presiden RI KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) tidak hanya digelar warga NU saja. Umat Katolik yang tergabung dalam Paguyuban Van Lith (Pavali) juga menggelar doa bersama untuk menghormati ketokohan Gus Dur.

Acara ini digelar di Aula SMU Van Lith Kota Muntilan, Sabtu (6/2) malam. Ratusan orang dari berbagai agama dan kelompok sosial turut berdoa dalam acara ini. Gus Dur bahkan disejajarkan dengan ibu Gedong, dan Romo Mangun.

Doa bersama ini dihadiri Gus Adit (keponakan Gus Dur), Suwalji (Direktur DED Yogyakarta), Goro Hendratmoko (Ibu Gedong), dan perwakilan keluarga Frans Seda. Doa bersama ini juga dihadiri sejumlah tokoh Katolik, komunitas keturunan Tionghoa, pondok pesantren, dan komunitas seniman.

“Kami memang tidak seiman dengan Gus Dur namun apa yang diperjuangkan Gus Dur adalah untuk kita semua. Ia menghargai pluralisme sebagai kenyataan sosial dan bagian dari kehidupan,” kata anggota Dewan Pertimbangan Pavali Petrus Tridanto dalam jumpa persnya.

Petrus Tridanto mengakui Gus Dur layak diangkat sebagai pahlwan bangsa Indonesia karena perjuangan dan nilai-nilai yang diajarkan mantan Ketua Umum PBNU ini. Ia menilai Gus Dur merupakan bunga putra bangsa terbaik.

Karena itu, Pavali menamai acara ini Doa Bersama untuk Bunga Putra Bangsa. Bersama ibu Gedong, Frans Seda, Nurcholis Madjid, Muslim Abdurahman dan Romo Mangun, Gus Dur dinilai sebagai sosok kunci dalam mengembangkan pluralisme di Indonesia. Mereka para pejuang pluralisme, toleransi, dan keterbukaan yang sebenarnya.

Menurut Tridanto peringatan meninggalnya Gus Dur dan Frans Seda hampir bersamaan dengan peringatan 11 tahun meninggalnya Romo Mangun. “Ketiga tokoh besar ini layak mendapat penghormatan karena jasa dan warisan perjuangannya yang begitu berharga,” terang dia.

( MH Habib Shaleh / CN14 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
07 Februari 2012 | 16:32 wib
Dinilai Melecehkan Ketua DPC PKB
Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Diadukan ke BK
Dibaca: 15
image
07 Februari 2012 | 16:22 wib
Penandatanganan PKB Divisi Tanam Tahunan Periode 2012-2013
PTPN IX Tingkatkan Komoditas Tanam
Dibaca: 62
07 Februari 2012 | 16:12 wib
Dibaca: 29
07 Februari 2012 | 16:00 wib
Dibaca: 11
07 Februari 2012 | 15:50 wib
Dibaca: 69
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
01 Februari 2012 | 19:18 wib
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER