panel header
ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Februari 2010 | 00:16 wib
40 Hari Mengenang Wafatnya Gusdur
Kehilangan dengan Berbagai Alasan Disatukan oleh Cinta

"...ketika engkau pergi, langit, bumi-pun menagis. Jejak pengembaraanmu terpatri di dalam dadaku, kata-katamu mengalir merambah nadi dan jiwa,...," sepenggal sair lagu yang dibawakan Ebiet G A untuk mengungkapkan kecintaanya kepada Gus Dur tersebut tidak dibantah oleh ribuan masyarakat yang datang di kediaman Gus Dur Ciganjur Jakarta, Minggu (7/2). Mereka sepakat bahwa Gus Dur ada di hati masyarakat Indonesia.
  
Hujan lebat sejak maghrib tidak menyurutkan ribuan masyarakat untuk menghadiri acara mengenang 40 hari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mulai dari santri yang bersarung, facebookers, pendeta, sampai pejabat dengan mobil berplat satu digit berduyun-duyun berebut tempat, bersila di karpet merah untuk menyampaikan doa dan mengenang perjuangan perjuangan Presiden RI keempat. Semua tanpa ada sekat mengenang dan ingin melanjutkan perjuangan-perjuangan Gus Dur.

Salah satu tokoh Budha, Bunte Damma Subha menyatakan Gus Dur merupakan sosok yang pintar, benar dan kober. "Gus Dur adalah orang yang tidak hanya pintar dan benar tapi juga sempat untuk berjuang, tidak semua orang mampu untuk itu," ujarnya.
 
Pembawa acara 40 hari mengenang Gus Dur, Sastro Ngatawi menyampaikan banyakanya doa dari berbagai tidak perlu diperdebatkan karena itu merupakan wujud cinta dan penghormatan. "Tuhan tidak akan bingung karena itu. Ini merupakan salah satu wujud prulalisme yang diperjuangkan Gus Dur," jelasnya.

Dalam sambutannya, Yeni Wahid menyampaikan Gus Dur bukan sekedar milik keluarganya tapi sudah milik masyarakat. Terbukti pesan dari gedung putih sampai dengan pemimpin negara-negara Islam, pemimpin toreqot naqsabandi, pemimpin umat katolik sedunia yang mengirimkan pesan belasungkawa dan duka cita kepada keluarga. Hal itu yang membantu bagi keluarga untuk melawan rasa duka dan kehilangan.

Yani juga menyampaikan terimaksih kepada masyarakat yang telah datang ke Ciganjur, Jombang Jawa Timur, dan masyarakat yang menyampaikan doa dan belasungkawa. "Mereka merasa kehilangan dengan alasan yang berbeda-beda tapi disatukan oleh kecintaan," ujarnya.

( Nurokhman / CN14 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 232
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 298
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 148
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 264
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 148
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER