
Jombang, CyberNews. Hadirnya ambulans milik Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren) milik Pondok Pesantren Tebuireng, ternyata benar-benar membantu para petakziah yang menghadiri peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur, Minggu (7/2).
Sampai berakhirnya acara peringatan tersebut total 31 petakziah sempat dirawat dokter Puskestren. mereka yang dirawat sebentar oleh pihak Puskestren itu kebanyakan adalah petakziah yang mengalami kecapekan sehingga ada beberapa yang mengalami kram perut, pusing, mual, namun hal itu masih dapat diatasi oleh pihak kesehatan tersebut.
dr Nurlalela Turiza selaku Kepala Puskestren mengungkapkan pihaknya akan memberikan pertolongan pertama semaksimal mungkin untuk tindakan medis petakziah yang sakit, namun bila peralatan mobile yang dibawa tidak sanggup menangani maka petakziah yang menangani sakit tersebut akan dilarikan ke Puskestren yang berada di area Pondok Pesantren Tebu Ireng.
Tapi sampai acara usai tidak ada satupun penanganan medis yang harus dibawa ke Puskestren, ke 31 petakziah yang sakit tersebut semuanya bisa ditangani di ambulans milik Puskestren.
dokter Nurlalela Turiza mengungkapkan Puskestren yang dikepalainya tersebut baru berumur dua tahun, Puskestren itu pertama kali dicetuskan oleh pihak pengelola ponpes Tebuireng. Tiap harinya Puskestren itu menangani sakit yang diderita kalangan santri ponpes Tebuireng secara gratis.
Selain melayani para santri, Puskestren tersebut juga melayani warga sekitar pondok pesantren yang didirikan KH Hasyim Asyari tersebut.
( Wisanggeni , Ferry JK / CN13 )