
Foto: AFP
Teheran, CyberNews. Pemerintah Iran melihat prospek yang baik dalam menghadapi kekuatan dunia pada pertukaran sebagian kecil kandungan uraniumnya yang diperkaya untuk bahan bakar kelas yang lebih tinggi sebagai bahan yang digunakan dalam memproduksi reaktor isotop medis.
Kesepakatan yang diambil nantinya diharapkan bisa mewakili sebuah terobosan besar dalam sengketa program nuklir Iran yang berjalan lama. Tetapi masih tidak jelas apakah kondisi ini akan dapat diterima Amerika Serikat dan negara lainnya. "Secara pribadi kami percaya telah menciptakan dasar yang kondusif untuk semacam pertukaran dalam waktu yang tidak terlalu lama," kata Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki pada saat berbicara pada Konferensi Keamanan Tahunan di Munich, Jerman.
Namun, lanjutnya, hal itu harus disetujui Teheran untuk menetapkan jumlah yang akan dipertukarkan selanjutnya berdasarkan kebutuhan.
Diberitakan sebelumnya, kesepakatan pertukaran uranium untuk pertama kalinya dibahas tahun lalu antara Iran dan enam negara besar, yang melihatnya sebagai cara untuk memastikan apakah pihak Teheran memperkaya uranium ke tingkat yang akan berpotensi digunakan dalam produksi bom nuklir.
Namun pihak Teheran yang menolak alasan pengayaan uraniumnya untuk pembuatan bom nuklir, telah gagal menanggapi secara positif usulan dari kelompok negara yang terdiri dari Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, Perancis dan Jerman sampai pekan ini.
Mottaki sendiri menyebutkan bahwa dirinya akan membahas pertukaran uranium ini pada Sabtu pekan depan dengan kepala Badan Energi Atom Internasional yang baru, Yukiya Amano, di sela-sela konferensi Munich.
( Yuska , Reuters / CN14 )