
Kebumen, CyberNews. Meskipun mengalami peningkatan pesanan menjelang perayaan tahun baru Imlek, namun secara umum omzet penjualan kue kranjang tahun ini menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Ny Hartati, pengusaha kue kranjang asal Jalan Pahlawan 130 Kebumen membenarkan omzet penjualan kue kranjang cukup lesu. Hal ini, kata dia, secara tidak langsung dipicu oleh kenaikan bahan baku kue tersebut.
Harga beras ketan saat ini mencapai Rp 9.000/kg dan gula pasir Rp 10.500/kg. Dampaknya kemudian adanya kenaikan harga jual kue kranjang dari Rp 16.000/kg menjadi Rp 20.000/kg.
"Kenaikan harga kue kranjang itulah yang membuat warga enggan membeli," ujar Hartati kepada Suara Merdeka, Sabtu (6/2).
Dia menambahkan, tahun-tahun sebelumnya pesanan kue kranjang terus saja mengalir satu bulan menjelang Imlek. Adapaun tahun ini dia baru membikin kue kranjang mulai 20 Januari. Saat ini dia juga baru mengirim kue satu kuintal ke Purwokerto.
"Biasanya, kue kranjang dipesan dari Purworejo, Cilacap, Banyumas, dan Gombong," katanya.
Pembuatan kue kranjang, menurut Hartati dilakukan setahun sekali sebagai perlengkapan persembahyangan bagi warga keturunan. Kue itu juga untuk bagikan kepada tetangga sebagai tanda mata. Seolah belum merayakan tahun baru Imlek jika tidak menyediakan kue kranjang. (supriyanto)
( Supriyanto / CN16 )