
Foto: AP
Washington, CyberNews. Kementrian Tenaga Kerja AS dilaporkan baru saja merilis kerugian terkait resesi lapangan pekerjaan yang semakin berdampak besar, terutama bagi perekonomian negara.
Ketika Departemen Tenaga Kerja merilis laporan jumlah pengangguran bulan Januari, Jumat (5/2), disebutkan bahwa hal itu secara langsung juga akan memberitahukan estimasi lapangan pekerjaan yang akan hilang periode yang berakhir pada Maret 2009. Angka pengangguran diperkirakan akan meningkat sampai 800.000 orang, dan menjadikan jumlah total pengangguran selama resesi menjadi sekitar 8 juta orang.
Data baru yang dirilis tersebut akan membantu menggambarkan ruang lingkup lapangan pekerjaan selama masa krisis ekonomi yang dialami AS. Menurut analis ekonomi 1 juta lapangan pekerjaan mungkin akan menghasilkan 2 juta peluang kerja pada tahun ini.
Sedangkan menurut ekonom dari Wall Street, laporan dari Departemen Tenaga Kerja bulan Januari ini diharapkan akan menunjukkan peningkatan angka lapangan pekerjaan mencapai 5.000 pekerjaan. Tapi hal itu mungkin tidak akan cukup untuk menekan tingkat pengangguran, yang diperkirakan akan naik menjadi 10,1 persen.
Departemen Tenaga Kerja secara rutin melakukan revisi data tingkat pekerjaan setiap tahunnya. Mereka mendapatkan informasi berdasarkan data pajak asuransi pengangguran pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar pada Departemen Tenaga Kerja.
Saat ini di AS, lapangan pekerjaan tetap langka meskipun perekonomian sudah mulai pulih. Pulihnya perekonomian terlihat dari meningkatnya produk domestik bruto dan ukuran terluas output selama dua kuartal. Selain itu, PDB naik 5,7 persen pada kuartal Oktober-Desember, yang merupakan peningkatan tercepat dalam enam tahun terakhir.
( Yuska , AP / CN14 )