
Magelang, CyberNews. Virus flu burung (avian influenza/AI) ditemukan di Dusun Gunung Tugel, Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Belasan ayam mati mendadak akibat serangan virus yang masuk ke Indonesia pada 2003 ini.
Menurut Kepala Dinas Peternakan, dan Perikanan (Peterikan) Ir Tri Agung Sucahyono didampingi Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Haryanto penyebab kematian ayam tersebut merupkan virus AI. Hal itu diketahui dari hasil rapid test yang dilakukan Dipeterikan terhadap bangkai ayam.
"Setelah dilapori masyarakat adanya ayam yang mati mendadak kami langsung menerjunkan tim ke lokasi dan melakukan rapid test terhadap bangkai ayam. Ternyata benar terserang virus AI," kata Ir Agung kepada Suara Merdeka, Selasa (2/1).
Untuk menghindari penularan terhadap manusia, Dinas Peterikan melakukan pemusnahan ayam/unggas yang positif terkena virus AI (Avian Influenza) di sekitar lokasi. Warga juga dilarang untuk menyembelih atau memperjualbelikan ayam yang sakit. Hal itu disebabkan ayam-ayam tersebut berpotensi menyebarkan virus AI.
Selain itu, Dipeterikan melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah kandang ayam milik penduduk dan lingkungan di sekitarnya. Pasalnya, ayam yang mati itu merupakan ayam buras (bukan ras) yang tidak dikandangkan sehingga bebas berkeliaran.
Ditegaskan Agung hal itu merupakan upaya tanggap darurat agar virus flu burung tidak semakin menyebar. Dipeterikan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya flu burung dan pencegahannya. "Agar sehat kandang ayam harus dibuat terpisah dari tempat tinggal warga. Kandang juga harus bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Setiap bersentuhan dengan unggas kita harus cuci tangan. Saya minta masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih," himbau Agung.
Saat ini, Dipeterikan sudah mengirimkan sample bangkai ayam tersebut ke Balai Penelitian Veteriner (BP Vet) Wates, Kulon Progo guna dilakukan uji laboratorium.
Sementara itu, sekitar 300 ekor burung puyuh dilaporkan mati mendadak di Dusun Krajen, Desa Balerojo, Kecamatan Kaliangkrik. Penyebab kematian burung puyuh tersebut diduga merupakan virus AI. Saat ini, Tim Dipeterikan masih melakukan penelitian di lokasi kejadian.
Di tempat terpisah, Pelaksana tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang Budi Suprastowo SKM mengatakan pihaknya belum menemukan adanya serangan virus AI kepada manusia. "Kami belum menemukan penularan kepada manusia. Namun kami sudah menugaskan tim untuk terus memantau keadaan. Jika ada yang terindikasi kami akan segera bertindak cepat," tegas Budi.
( MH Habib Shaleh / CN13 )