
Rembang, CyberNews. Tiga tim Participatory Disease Survelance dan Respons (PDSR) Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) disiagakan memantau penyebaran virus flu burung (H5N1) di wilayah Kabupaten Rembang. Menyusul ditemukannya 157 ekor ayam yang mati mendadak akibat serangan flu burung di tiga tempat berbeda, baru-baru ini.
Kabid Peternakan pada Distanhut Ir Derevmeti Nursiswanti M.Si menyebutkan, tiga tim tersebut terus bersiaga di tiga rayon tempat berbeda. Menurutnya, meski telah ditemukan serangan flu burung di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Gunem, Kelurahan Magersari, Kecamatan Kota dan Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, angka serangan sejauh ini belum terlalu menghawatirkan.
"Yang jelas segera saja lapor ke perangkat desa atau kecamatan jika ditemukan ada ayam yang mati mendadak," ujarnya.
Sementara itu, 15 ekor ayam kembali ditemukan mati mendadak di Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang, Kamis(28/1) sore. Hanya saja, kematian 15 ekor ayam tersebut belum dilaporkan ke petugas di Bidang Peternakan Distanhut Rembang.
"Paginya ayam-ayam saya masih dalam keadaan sehat, saya pun masih memberi makan. Tapi sore harinya tiba-tiba sudah mati, Jadi langsung saja kita kubur," ujar salah satu pemilik ayam Lastono.
( Saiful Annas / CN16 )