panel header
CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
26 Januari 2010 | 19:36 wib
Kalapas Slawi Diminta Usut Narapidana Kabur

Slawi, CyberNews. Kaburnya seorang narapidana Lapas Kelas II B Slawi mendapatkan perhatian serius dari Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Tengah, AAG Mayun Mataram. Menurut dia, kaburnya narapidana, Saryo kasus tindak pidana pencurian telepon seluler ini bakal diusut tuntas.
 
"Baik disengaja atau pun tidak, kami perintahkan Kepala Lapas Slawi untuk mengusut tuntas kaburnya narapidana ini. Bagaimanapun juga, kaburnya narapidana ini memang sebuah kesalahan sehingga sanksi akan diberikan kepada mereka yang bersalah," kata AAG Mayun usai melantik Kepala Lapas Kelas II B Slawi, Rintjoko Sinaryakto BcIp SH di Aula Dr Sahardjo, Selasa (26/1).
 
Menurut dia, terdapat tiga kategori sanksi mulai dari ringan, sedang maupun berat yang bakal diberikan kepada petugas Lapas Kelas II B Slawi terkait dengan kaburnya narapidana itu. Sanksi ringan berupa teguran, yang sedang contohnya penundaan kenaikan pangkat dan kategori berat, pegawai lapas bisa dipecat.
 
Ia menjelaskan, pemberian sanksi ini akan diberlakukan sesuai dengan tingkat kesalahan yang dibuat oleh petugas lapas itu sendiri. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, petugas lapas diminta untuk meningkatkan pegawasan terhadap tahanan dan narapidana yang menjadi warga binaannya.
 
Terlepas dari persoalan tersebut, menurutnya, persoalan kaburnya narapidana di Lapas Kelas II B Slawi ini juga dipengaruhi oleh keterbatasan personil. Sejauh ini, total petugas Lapas Slawi ada sekitar 48 orang. Sementara, warga binaannya berjumlah 200 orang lebih. Padahal, idealnya satu orang mengawasi paling tidak tiga warga binaan. Dengan demikian, persoalan keterbatasan personil ini juga perlu diperhatikan dalam mengawasi tahanan maupun narapidana.

( Royce Wijaya / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 227
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 262
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 152
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 247
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 150
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER