
pemiluindonesia.com
Jakarta, CyberNews. Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono membantah telah menangis saat rapat pembahasan perubahan pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) pada 13 Nopember 2008.
"Seingat saya tidak menangis, dalam situasi rapat yang menurut saya sangat bagus itu. Tapi saya tidak menangis," kata mantan Gubernur BI Boediono saat pemeriksaan panitia angket kasus bank Century di DPR-RI Jakarta, Selasa (12/1).
Bantahan Boediono tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan dari anggota Fraksi PPP Romi. Sebelumnya dalam pemeriksaan Direktur Direktorat Pengawasan Perbankan Zainal Abdullah menjelaskan pada rapat 13 Nopember 2008 terdapat tiga orang yang sampai menangis. Ketiga orang tersebut Boediono, Miranda Gultom dan Siti F.
Dalam kesempatan itu Boediono justru mengungkapkan bahwa pada rapat tentang perubahan pemberian FPJP tersebut keputusannya bulat.
"Rapat tersebut tidak ada tekanan dari mana pun, semua bulat untuk lakukan perubahan (pemberian FPJP)," kata Boediono.
Dalam kesempatan itu Boediono mengungkapkan satu `rahasia`.
"Saya ungkapkan satu rahasia. Saya biasanya menangis, meneteskan air mata khususnya kalau mendengar lagu Indonesia Raya," kata Boediono.
Mendengar pernyataan Boediono tersebut beberapa pengunjung yang berada di balkon serentak menyatakan; "Huuu, huuu,".
Pada saat yang sama Romi juga menegaskan "Saat itu kan tidak diperdengarkan lagu Indonesia Raya,".
"Tidak, tidak," kata Boediono.
Dalam kesempatan itu Boediono menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut semua bebas menyampaikan pendapatnya dan tidak ada tekanan dari manapun.
( Ant / CN16 )