
Semarang, CyberNews. Cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi dipastikan mengalami puncaknya pada bulan Januari-Februari ini. Beda dengan hujan tahun-tahun sebelumnya, hujan di awal tahun 2010 tersebut cenderung tergolong ekstrim dengan disertai angin kencang dan petir. Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Propinsi Jateng, Evi Lutfiati Ssi, Rabu (6/1).
Menurutnya keekstriman hujan yang terjadi tersebut diakibatkan dari dampak pemanasan global. Pemanasan global (Global Warming) berdampak terhadap pemanasan suhu udara yang memicu terjadinya kumpulan awan-awan gelap dan turunnya hujan deras. "Cuaca ekstrim ini yang memicu terjadinya curah hujan yang ekstrim pula yaitu disertai dengan petir dan angin kencang. Rata-rata hujan yang terjadi tidak dapat diprediksi karena bisa saja pagi cuaca cerah, siangnya tiba-tiba mendung dan terjadi hujan dengan petir dan angin kencang," jelasnya.
Dalam sepekan ini, tercatat curah hujan rata-rata berkisar 60 mm/hari. Intensitas tersebut tergolong tinggi dan akan terus mengalami peningkatan hingga Februari mendatang. Untuk itu, masyarakat Semarang dihimbau untuk waspada karena melihat data curah hujan tertinggi Februari 2009 saja berkisar 235 mm/hari. Jika tahun ini terjadi demikian, hampir dipastikan Semarang akan tergenang seperti tahun-tahun sebelumnya.
Untuk wilayah perairan, Evi menyebutkan diprediksikan akan terjadi gelombang tinggi hingga 3 meter di wilayah Laut Selatan. Sementara untuk Laut Utara diperkirakan tinggi gelombang mencapai 1-2 meter. Hal tersebut akan mengalami peningkatan terus hingga akhir Februari.
( Maulana M Fahmi / CN14 )