
Jombang, CyberNews. Dipilihnya Tebu Ireng Jombang sebagai tempat peristirahatan terakhir presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid, ternyata membawa dampak ekonomi yang cukup signifikan. Seputar kompleks Ponpes Tebu Ireng kini tumbuh warung-warung kecil penjual makanan dan minuman; cinderamata gambar Gus Dur; buku-buku karya Gus Dur dan malam ini (2/1) ada juga yang menjual T-Shirt bergambar Gus Dur bertuliskan "Gus Dur Guru Bangsa" dan "Gus Dur Tokoh Pluralisme".
Selain itu, taman rumah yang selama ini tidak dimanfaatkan, pasca pemakaman Gus Dur kini menjadi tempat parkir. Untuk parkir sepeda motor, dipatok harga Rp 1.000-Rp 2.000. Seorang pedagang yang mengaku bernama Jamaluddin yang asli Jombang, mengaku dari pagi hingga malam ini, telah menghabiskan lima krat teh botol dan tiga krat minuman ringan.
Hal serupa disampaikan seorang ibu asal Madura, Markonah (29), yang menjual makanan, omzet pada malam ini sudah mendekati Rp 3 juta. Menurut pedagang yang sebagian besar adalah pendatang, nama dan jasa besar Gus Dur terhadap bangsa Indonesia hingga akhir hayatnya tetap membawa manfaat dengan munculnya pertumbuhan ekonomi di sekitar makamnya. Beberapa ramalan menyebutkan makam Gus Dur akan menghidupkan perekonomian di daerah Jombang.
Hingga malam ini, menurut wartawan yang melakukan liputan di Jombang, jumlah orang yang melakukan ziarah masih terus mengalir. Penginapan, losmen yang ada di kota Jombang dilaporkan hampir semuanya terisi.
( Zainal Abidin / CN14 )