
Bandung, CyberNews. Serikat Pekerja (SP) PLN dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Dirut PLN, Dahlan Iskan pada Selasa (5/1) pekan depan. Masuknya Dahlan ke dalam tubuh perusahaan listrik plat merah itu sempat diwarnai penolakan dari para karyawan.
Adanya pertemuan itu dikatakan Ketua SP PLN Jabar dan Banten, Sutrisno di Bandung pada Kamis (31/12). Pertemuan dengan jajaran direksi baru PLN juga akan dijadikan dasar Serikat Pekerja PLN dalam mengambil keputusan.
"Kami datang ke pertemuan itu dengan tetap membawa sikap awal terhadap kehadiran Dahlan Iskan, kami tetap menolak dia. Masalahnya, dia kan sudah jadi, kami hanya ingin tahu programnya seperti apa," kata Sutrisno.
Menurut Sutrsino, pihaknya berbeda pendapat dengan sikap pengurus SP PLN yang melontarkan ancaman mogok nasional. Hal ini lantaran pihaknya tidak berafiliasi dengan SP PLN pimpinan Ahmad Daryoko tapi ke kubu Riyo Suprianto. Total ada 38 Kepengurusan Daerah SP PLN.
Menurut Sutrisno, Riyo lebih lembut dalam berjuang. Di luar itu, Riyo lebih sah memegang tampuk kepemimpinan SP karena masih pegawai aktif. Hampir seluruh SP di pulau Jawa, imbuhnya, seperti SP Jateng, Yogyakarta, Bali, dan DKI berada di bawah kendali Riyo.
"Lagi pula, urgensi mogok apa. Takutnya lebih banyak mudharatnya dibanding manfaatnya. Terlebih, PLN tengah jadi sorotan terkait soal pasokan listrik," tegasnya.
GM PLN Distribusi Jabar Banten, Ahmad Taufik Haji juga menjamin pemogokan yang diserukan SP PLN tidak akan terjadi. Dijelaskan, jajaran manajemen hanya semata-mata menjalankan tugas yakni berkerja secara profesional melakukan pelayanan kepada masyarakat.
"Silahkan saja orang memiliki suara berbeda, itu harmoni dalam kehidupan. Yang penting kami tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tandasnya.
( Setiady Dwi / CN16 )