
Jakarta, CyberNews. Franciscus Xaverius Seda atau Frans Seda dikenal sebagai sosok yang sederhana, pekerja keras, figur yang rendah hari dan suka menolong. Demikian dikatakan anggota Badan Pertimbangan Pusat (Baperpu) DPP PDI Perjuangan, Sabam Sirait, Kamis (31/12).
Sabam mengatakan, Frans Seda ialah tokoh yang patut diteladani. Salah satu contohnya adalah ketika rapat pimpinan nasional PDI Perjuangan beberapa waktu lalu. Ketika itu, ucap Sabam, Frans harus menghadiri rapimnas, pdahal pada saat bersamaan ia harus memberikan ceramah di tempat lain. Kolega Frans mengusulkan agar dia membatalkan ceramah tersebut, namun Frans tidak mengiyakannya.
Keluarga besar PDI Perjuangan berduka dan merasa kehilangan atas berpulangnya tokoh senior partai itu. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Metro Kencana V, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan sejumlah tokoh PDI Perjuangan lainnya rencananya akan melayat di rumah duka.
Frans Seda lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur, 4 Oktober 1926. Ia pernah menjadi Ketua Seksi Penerangan Kongres Pemuda Indonesia (1950), Penasihat Ekonomi Gubernur Militer Nusa Tenggara, Denpasar, Bali (1956), Ketua Partai Katolik Indonesia (1961-1968), Menteri Perkebunan (1964-1966). Kemudian,Menteri Pertanian (1966), Menteri Keuangan (1966-1968), serta Menteri Perhubungan dan Pariwisata (1968-1973).
Selain itu, dia pernah menjadi Duta Besar RI untuk Belgia dan Luksemburg/ Kepala Perwakilan RI pada Masyarakat Ekonomi Eropa, Brussel (1973-1976), Anggota DPA (1976-1978). Ia juga adalah pendiri dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya (1960- 1964), Wakil Ketua Yayasan Bentara Rakyat, Ketua Yayasan Atma Jaya.
( MIOL / CN16 )