panel header
NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
24 Desember 2009 | 17:04 wib
Korban Tanah Abang
Keluarga Korban Minta Pertanggungjawaban Pemborong

Pati, Cybernews. Keluarga Alfa Nurul Fikri (20), korban keruntuhan bangunan baru perluasan Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta, Rabu (23/12) meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan yang menangani proyek tersebut. Pihaknya meminta kejelasan santunan dan uang duka atas tewasnya pemuda asal Dukuh Sridonomulyo, Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Pati itu.

Paman korban, Mashuri, Kamis (24/12) seusai pemakaman meminta dua perwakilan PT Jagad Baja Jakarta yang ikut mengantar jenazah keponakannya dari RSCM sampai ke rumah duka ditahan untuk beberapa saat. Mereka diminta memberikan kejelasan tentang dana santunan dengan membuat surat pernyataan.

"Kematian ini bukan karena kesalahan pekerja, tapi konstruksi bangunan yang tidak tidak benar sehingga menyebabkan pekerja tertimpa bangunan yang runtuh. Jadi wajar kalau kami pihak keluarga meminta pertanggungjawaban dari perusahaan," ujar pria berperawakan tinggi besar itu.

Kendati telah dijelaskan seorang perwakilan dari PT Jagad Baja, Paiman, pihak keluarga tetap ngotot meminta pernyataan hitam di atas putih. Mashuri juga menginginkan santunan diberikan secepatnya untuk membantu keluarga yang kondisi ekonominya pas-pasan.

Paiman menyatakan, tanpa adanya desakan dari keluarga perusahaannya tetap memberikan santunan melalui dana jamsostek. PT Jagad Baja saat ini tengah mengurus dan jika prosesnya telah selesai segera diberikan kepada keluarga korban.

"Jamsostek sedang diurus. Kemarin setelah kejadian petugas dari PT Jamsostek juga telah mengecek TKP dan mendata para pekerja yang menjadi korban," katanya.

Mengenai rancangan bangunan yang tidak benar sehingga runtuh saat pengerjaan, pria yang juga selaku pelaksana lapangan proyek bangunan toilet itu menepisnya. Dia menyatakan, spesifikasi bangunan sudah benar dan pelaksanaan proyek diawasi ketat. Hanya saja, kata dia, beton existing-nya yang jebol tidak bisa diprediksi sebelumnya.

( Moch Noor Efendi / CN12 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 245
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 293
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 152
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 245
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 147
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER