
Alfa Nurul Fikri
Pati, CyberNews. Meninggalnya Alfa Nurul Fikri (20), sungguh tak ada yang menyangka. Niat mengadu nasib di ibu kota justru berujung petaka bagi sulung tiga bersaudara asal Dukuh Sridonomulyo, Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Pati itu.
Kematian tragis akibat tertimpa reruntuhan bangunan baru yang menempel di Pusat Grosir Metro, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (23/12) sangat membuat keluarga terpukul.
Sebelumnya, pemuda tamatan SD itu pamit dari rumah untuk menjadi kuli bangunan di Jakarta bersama enam rekannya.
"Anak ini memang belum pernah bekerja di proyek, baru kali ini. Jadi ya masih dalam tahap belajar dengan teman-temannya yang lebih dulu ke Jakarta," ujar ayahnya, Legiman, Kamis (24/12).
Sejauh ini, Fikri dikenal ulet dalam bekerja untuk membantu ekonomi keluarga yang serba pas-pasan. Sebelum merantau, pemuda kelahiran 3 September 1989 itu membantu ayahnya bertani di kampung. Sesekali dia kerja serabutan sebagai kuli untuk mendapatkan penghasilan.
Usaha keras tersebut dilakukan untuk membantu membiayai sekolah adik bungsunya yang masih duduk di kelas VI SD. Bahkan, ketika diajak rekannya ke Ibu Kota, tanpa berpikir panjang dia pun berangkat.
Legiman mengijinkan anaknya merantau ke Jakarta. Hanya saja, sang ibu, Siti Roimah dan kakek, Asmo Wardi keberatan Fikri bekerja jauh dari rumah. Namun tekad yang kuat membuat keluarga dengan hati berat merelakannya menjadi buruh bangunan di luar daerah.
Sejak kecil Fikri bersama dua adiknya, M Suyitno dan Mega Puspitasari diasuh kakeknya yang tinggal bersebelahan. Hal ini lantaran ibunya menjadi TKI ke Arab Saudi dan suaminya ayahnya kerap bolak-balik merantau ke Sumatera.
( Moch Noor Efendi / CN16 )