
Semarang, CyberNews. Pemprov Jateng yang memberi kesempatan mengakomodasi atlet menjadi CPNS ternyata belum dimanfaatkan optimal. Terbukti hasil pengumuman penerimaan CPNS, Rabu (23/12) banyak terdapat formasi yang kosong lantaran tidak ada pelamar.
Kadinpora Jateng Rudi Apriantono mengatakan, sebenarnya tahun ini Jateng membuka 78 formasi pelatih dari 25 cabang olahraga yang disebar di berbagai daerah, namun hanya sekitar 40-45 pendaftar. Logikanya semua pendaftar yang memenuhi syarat administratif dan mengikuti tes dipastikan bisa diterima. "Ada beberapa alasan mengapa banyak formasi kosong di pelatih olahraga. Pertama banyak atlet yang berstatus mahasiswa sehingga enggan menggunakan ijazah SMA. Kemudian banyak pula yang tidak memenuhi kriteria yang dipersyaratkan Kemengpora tentang perekrutan CPNS pelatih olahraga," katanya.
Rudi menyebut, persyaratan yang harus dipenuhi seorang atlet untuk bisa mendaftar CPNS adalah minimal berijazah SMA dan usia sekurang-kurangnya 18 tahun dan maksimal 35 tahun. Kemudian meraih emas PON, atau perak SEA Games, atau perunggu Asian Games/Olimpiade. "Persyaratan ini sebagian atlet menggagap terlalu berat. Sebab para peraih medali itu biasanya usianya telah melampaui batas. Kami pernah mencoba menawar ke Kemenegpora untuk menurunkan persyaratan misalnya peraih perak PON bisa masuk. Tetapi Kemengpora berprinsip seorang pelatih harus memiliki prestasi tinggi. Oleh karena itu Jateng harus mengikuti keputusan itu," katanya..
Dari pantauan Suara Merdeka, beberapa atlet Jateng yang terjaring CPNS tahun ini di antaranya Litha Theresia dan Vera Saraswati (judo), Shelomita (renang), Nani Suryani (loncat indah), Jato dan Abdul Kohar (sepak takraw), Ani Kusni (panahan), Ajeng Anindya dan M Arief Rahman (sepatu roda), Dereck Afsa, Rahmat, dan Ronny Kusdiyantoro (taekwondo).
Sedangkan formasi yang kosong yaitu pelatih atletik, pencak silat, balap sepeda, angkat besi, menembak, tarung derajat, kempo, tinju, dayung, sepak bola, ski air, dan bola voli.
Rudi menjanjikan, formasi yang kosong tahun ini akan dibuka kembali tahun depan. Karena hal itu sudah menjadi komitmen Jateng dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga di Jateng.
Atlet taekwondo Rony Kusdiantoro mengaku lega akhirnya diterima CPNS Jateng. Menurutnya, ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap atlet mulai ada. Atlet tidak kuatir lagi tentang masa depannya. "Dengan begini atlet tidak canggung lagi menekuni profesinya. Saya pun menjadi lebih tenang dalam berlatih," katanya.
( Moch. Kundori / CN13 )