
Bandung, CyberNews. Kabareskrim Polri Komjen Pol Ito Sumardi menyatakan bahwa pelarian Rasit Darwis mendapat perhatian serius Mabes Polri. Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri bahkan langsung memerintahkannya guna menuntaskan kasus tersebut.
Napi yang kabur itu dijelaskannya terlibat kasus perampokan dan pembunuhan di antaranya terhadap anggota Polri. "Ini masalah cukup serius makanya kami memback-up. Tim tetap dikendalikan Kapolda Jabar yang berkoordinasi dengan wilayah lain," jelasnya saat mendampingi Menkumham, Patrialis Akbar melakukan peninjauan ke Lapas Sukamiskin Bandung, Senin kemarin.
Kepada pelaku, Ito mengimbau agar secepatnya menyerahkan diri. Tim yang dikerahkannya sudah berkoordinasi dengan petugas Polda Metro Jaya dan Polda Lampung yang merupakan daerah asal Rasit Darwis. Atas kejadian itu, pengganti Komjen Pol Susno Duadji itu juga menyatakan bahwa pihaknya berkerjasama dengan Depkumham akan melakukan manajemen audit sistem pengamanan Lapas kelas I.
Kasus larinya Rasit Darwis dari Lapas Sukamiskin menjadikan sistem pengamanan di seluruh Lapas, terutama Lapas
Kelas I di seluruh Indonesia diubah secara drastis dengan mengubah pola sebelumnya dengan ditunjang penggunaan teknologi.
Menkumham Patrialis Akbar yang meninjau Lapas Sukamiskin Bandung, Senin (21/12), mengemukakan bahwa pada 2010 nanti, penanganan Lapas harus diubah secara revolusioner. Patrialis mengungkapkan, bakal meningkatkan porsi bagian pembinaan Lapas dalam anggaran Depkumham dari APBN sebesar Rp 4,5 triliun. Selama ini, jatah Ditjen Pemasyarakatan kurang dari 10 persen per tahunnya.
Pihaknya juga tengah meminta izin kepada kepolisian, agar petugas sipir dapat dilengkapi senjata api. Secara berkala, petugas kepolisian bersenjata lengkap juga ditempatkan untuk memperkuat pengamann Lapas. "Terkait kelalaian petugas kami dalam kasus itu, kami belum menemukannya. Petugas kami sudah berkerja dengan baik dan maksimal," tandasnya.
( Setiady Dwi / CN14 )