
Jakarta, Cybernews. Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin pagi, turun 35 poin menjadi Rp9.445-Rp9.455 per dolar dibanding penutupan akhir pekan lalu Rp9.410-Rp9.425, karena pelaku pasar kembali melepas rupiah.
Pengamat pasar uang Edwin Sinaga di Jakarta, Senin mengatakan, pelaku pasar melepas rupiah untuk mencari untung, setelah pada akhir pekan lalu mata uang lokal itu menguat.
"Kami memperkirakan rupiah akan kembali menguat, karena pelaku pasar optimistis Indonesia masih tetap merupakan pasar potensil untuk mencari untung lebih baik ketimbang negara Asia lainnya, katanya.
Jadi, lanjut dia, rupiah masih berpeluang untuk menguat bahkan mendekati angka Rp9.300 per dolar, karena investor asing masih ingin melakukan investasi di pasar Indonesia. Apalagi Indonesia dinilai merupakan negara ketiga di Asia setelah China dan India yang pertumbuhan ekonomi terus membaik bahkan mampu mengatasi krisis ekonomi global, ucapnya.
Edwin Sinaga yang juga Dirut PT Finan Corpindo Nusa mengatakan, koreksi harga yang terjadi terhadap rupiah saat ini dinilai wajar, karena di dalam negeri masih ada berbagai kendala yang menghambat pergerakan rupiah, seperti kasus Bank Century, setelah perseteruan antara KPK dan Polri berakhir.
"Kami optimistis apabila saham-saham Wall Street kembali membaik dan memicu indeks BEI kembali menguat maka pasar uang khususnya rupiah akan bergerak naik lagi," ucapnya.
Rupiah sebelumnya sempat mendekati angka Rp9.365 per dolar, namun posisinya tidak bertahan lama, akibat ramainya kasus KPK dan Polri. Namun peluang rupiah untuk naik lagi masih tetap besar, karena pasar saham Indonesia merupakan pasar saham nomor dua yang masih dilirik pelaku pasar asing lainnya.
( Ant / CN12 )