
Klaten, CyberNews. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah memperketat pengamanan seluruh kompleks benda cagar budaya (BCB) di wilayah Kabupaten Klaten. Langkah itu dilakukan menyusul raibnya kepala arca Dhyani Budha dan Dhyani Budhisatva di Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan pada Senin (23/11) lalu.
Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Perlindungan BP3, Drs Tri Wisma Budi mengatakan dengan kejadian di Candi Plaosan sebagai langkah awal pengunjung dengan terpaksa akan diperketat pemeriksaannya. "Barang dan tas pengunjung akan diminta menitipkan ke pos keamanan," ungkapnya Jumat (27/11).
Dijelaskannya, langkah itu akan diterapkan di semua lokasi BCB yang ada di wilayahnya seperti Candi Plaosan, Candi Sewu dan Candi Sojiwan. Dengan berat hati, BP3 akan memeriksa pengunjung lebih detail dan pengamanan saat malam hari lebih dicermati. Pengunjung diminta mentaati jam kunjung karena sesuai aturan di semua lokasi jam pengunjung sejak pukul 08.00 sampai pukul 17.00. Tri menjelaskan, dua kepala arca yang hilang diduga dicuri Senin malam.
Dhyani Budha berukuran 28 x 14 centi meter sedang Dhyani Budhisatva ukuranyya 43 x 21 centi meter. Kejadian baru diketahui Selasa (24/11) dini hari pukul 05.00. Saksi awal yang mengetahui hilangnya kepala arca adalah Bejo (45) dan Suwardi (40) satpam candi. Kejadian itu sudah dilaporkan dan sudah diselidiki Polres Klaten. BP3 juga sudah meneruskan laporan ke pemerintah pusat.
Candi Plaosan, kata dia, dibangun sekitar abad IX atau tahun 900 masehi saat Mataram Kuno di bawah Raja Rakai Pikatan. Hilangnya kepala arca itu menurutnya akan merugikan dari segi sejarah. Apalagi candi tersebut baru dalam tahap rehab pascagempa bumi 2006. Dia berharap, warga yang mengetahui dua kepala arca itu untuk segera melapor ke BP3.
Kapolres Klaten AKBP Agus Djaka Santosa melalui Kasat Reskrim AKP Edi Suranta Sitepu mengatakan sudah sekitar 15 saksi diperiksa. "Sampai saat ini belum ada titik terang. Namun kami terus menelusuri," ungkapnya.
Petugas sudah mengecek ke lokasi dan memintai keterangan pihak yang diduga mengetahui kejadian itu.
( Achmad Hussein / CN13 )