
Yogyakarta, CyberNews. Pengamat politik dan sosiolog, Tamrin Amal Tomagola menduga ada keterlibatan pihak istana dalam ribut-ribut kasus KPK. Dia juga menyatakan Presiden SBY mengetahui semua persoalan. "Ada indikasi pihak istana terlibat, kalau tidak terlibat mengapa Presiden SBY diam saja melihat kondisi demikian?" ungkap Tamrin di sela-sela diskusi oposisi di PP Muhammadiyah Jalan Cik di Tiro, Yogyakarta, Kamis (12/11).
Dia tidak menyebutkan siapa yang dimaksud pihak istana. Hanya saja dia menyebutkan kejanggalan-kejanggalan Presiden SBY yang menurutnya terlihat biasa menanggapi kasus yang sudah sangat melebar itu. Dia berharap SBY segera mengambil sikap agar persoalan selesai tuntas. Selain kejanggalan di pihak istana, Tamrin juga melihat kejanggalan di Komisi III DPR. Dia menyebut komisi tersebut telah mengkhianati rakyat dan menikam rakyat dari belakang.
"Bola akan terus menggelinding cepat atau lambat. Kalau memang ingin segera menyelesaikan persoalan lebih baik copot dulu Jaksa Agung dan Kapolri," tandasnya.
Dalam kasus itu dia melihat telah terjadi pendurhakaan yang dilakukan justru oleh orang-orang muda yang kini duduk di Komisi III DPR. Sepuluh tahun lalu mereka bertepuk tangan saat rezim jatuh tapi sekarang mereka telah berduhaka secara nyata. Buktinya, mereka malah bertepuk tangan dan foto-foto dengan pejabat yang diduga keras telah menistakan harga diri dan martabat lembaga negara.
Menyoroti sikap Presiden SBY, dia menegaskan justru Presidenlah yang pertama kali meniup peluit awal pengerdilan KPK sekaligus kepala pemerintahan yang gagal melakukan reformasi total. Dia menyarankan sebaiknya Presiden pula yang berperan aktif mengakhiri semua itu sebagai otoritas negara yang tertinggi.
Tamrin berharap SBY secepat mungkin memperjelas berbagai persoalan itu melalui proses transparan. Bahkan harus melakukan reformasi total di tubuh kejaksaan dan kepolisian. Keduanya termasuk ketinggalan dalam reformasi apalagi masih banyak jenderal didikan Orde Baru yang bercokol.