
Jakarta, CyberNews. Menteri Sosial Kabinet Indonesia Bersatu II Salim Segaf Al Jufri menganggap rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan evaluasi kinerja menteri tiap tahun sebagai suatu motivasi.
"Saya sangat siap dan sangat setuju sekali, itu benar memotivasi setiap menteri untuk berbuat sebaik mungkin," kata Salim Segaf Al Jufri di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (22/10), seusai sesi foto bersama menteri-menteri KIB II.
Menurut dia, sesungguhnya dari serapan anggaran saja sudah dapat dinilai kinerja suatu departemen atau kementerian. "Kalau menurut saya dari anggaran akan ketahuan, anggaran diserap sejauh mana, kalau serapan sedikit berarti kinerja kurang karena dalam anggaran berbasis kinerja, jika anggaran tidak terserap maka program-program itu tidak terlaksana," ujarnya.
Terkait dengan program 100 harinya, ia mengatakan akan memaksimalkan program dalam dua bulan terakhir 2009 agar bisa menyerap anggaran 90-100 persen sehingga tidak ada sisa anggaran. "Akan saya lihat, dalam seratus hari itu apa anggaran yang masih tersisa. Umpamanya yang ada sekarang untuk anak telantar atau lansia telantar, ya kita akan fokus di situ dulu."
Namun, selanjutnya dia akan membuat program internal dan eksternal di lingkungan departemennya.
Program internal akan dijalankan untuk meningkatkan kualitas kerja di lingkungan departemennya. Menurut dia, situasi kerja yang kondusif akan menghasilkan keluaran yang baik. "Karenanya saya akan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan motivasi, semangat, komitmen individu untuk bekerja semaksimal mungkin dalam memberikan kesejahteraan sosial untuk bangsa kita karena itu disamping kewajiban, itu tugas mulia kan," katanya.
Dia juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan departemennya dengan membuka peluang kepada pegawai untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau mengikuti kursus pada bidang keahlian yang diperlukan.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kesultanan Oman yang tugasnya berakhir tahun 2009 itu mengatakan bahwa selama ini dia juga mengamati perkembangan masalah sosial dan penanganannya di tanah air termasuk di antaranya yang menyangkut anak jalanan, orang terlantar, korban bencana, dan penyandang cacat.
Departemen Sosial yang dalam delapan tahun terakhir dipimpin Bachtiar Chamsyah, menurut dia, sudah menghasilkan capaian-capaian dalam upaya pembangunan kesejahteraan sosial. "Sebagai penggantinya, saya tentu akan melanjutkan apa- apa yang sudah dijalankan dan meningkatkan capaiannya," kata alumnus Madinah University, Arab Saudi, itu.
Sementara itu dalam pidato sambutannya saat melantik para menteri KIB II, Presiden Yudhoyono menyatakan menteri-menteri yang tergabung dalam KIB II harus mampu berpikir cerdas dan siap bekerja keras memenuhi tuntutan tugas.
"Setiap tahun saya akan evaluasi, lima tahun mendatang tidaklah ringan, gejolak minyak dan persoalan dalam negeri yang kompleks, siapkan pikiran dan fisik untuk berpikir cerdas dan bekerja keras yang semuanya untuk kepentingan rakyat," kata Presiden.
Kepala Negara menambahkan dalam menghadapi kritik dan kecaman dari sebagian masyarakat, para menteri harus sabar, tegar dan terus berikhtiar.
Oleh karena itu ia meminta agar tidak selalu menjawab keraguan itu dengan kata-kata namun menjawab dengan bekerja serta memberikan bukti hasil kerja yang sesuai dengan target dan mampu mensejahterakan rakyat.